Varian COVID-19 Disebut Sebabkan Lonjakan Kasus Positif di Kalangan Anak-Anak Jepang
Dunia
Pandemi Virus Corona

Berdasarkan statistik Kementerian Kesehatan Jepang, jumlah pasien COVID-19 yang berusia di bawah 20 tahun mencapai 78.952 orang atau 10,7 persen dari total kasus per 2 Juni 2021.

WowKeren - Ahli kesehatan menyatakan bahwa varian virus corona (COVID-19) baru yang lebih menular telah menyebabkan lonjakan infeksi di kalangan usia muda Jepang. Orang-orang berusia di bawah 20 tahun ini menyumbang sekitar 10 persen dari total pasien COVID-19 di Jepang.

Penularan COVID-19 dilaporkan telah terjadi di sekolah dan fasilitas penitipan anak di penjuru Jepang dan mempengaruhi banyak anak. Salah satunya adalah klaster di sebuah sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD) di Prefektur Niigata pada bulan Februari.

Dalam klaster tersebut, tiga belas anak-anak dan empat orang pekerja terinfeksi varian COVID-19. Virus kemudian menyebar ke anggota keluarga, sehingga total infeksi di klaster tersebut bertambah menjadi 42 kasus.

Menurut Profesor Pediatri di Universitas Niigata, Akihiko Saito, klaster tersebut menunjukkan kemampuan varian untuk lebih mudah menyebar dibanding virus corona asli yang beredar tahun lalu. Para ahli kesehatan lantas mengimbau keluarga untuk meningkatkan perlindungan anak-anak dan memantau jika ada tanda-tanda gejala parah yang dapat berkembang beberapa minggu setelah mereka terinfeksi.


Berdasarkan statistik Kementerian Kesehatan Jepang, jumlah pasien COVID-19 berusia di bawah 20 tahun mencapai 78.952 orang per 2 Juni 2021. Jumlah tersebut merupakan 10,7 persen dari total 737.086 pasien COVID-19 di Jepang.

Sejak Jepang dihadapkan dengan varian yang lebih cepat menular pada 3 Februari 2021, jumlah kasus COVID-19 untuk kelompok usia di bawah 20 tahun telah tumbuh sekitar 2,2 kali lipat. Sebaliknya, jumlah pasien yang berusia 20 tahun atau lebih telah meningkat sekitar 1,9 kali sejak 3 Februari.

Menurut Saito, disparitas pertumbuhan kasus antara kedua kelompok umur ini tidak serta merta membuat anak lebih rentan terhadap varian. "Karena varian lebih menular, mereka meningkatkan jumlah infeksi secara keseluruhan, termasuk anak-anak," paparnya dikutip dari Asahi Shimbun, Selasa (8/6).

Meski demikian, ahli menilai bahwa peningkatan tajam kasus COVID-19 pada anak-anak menunjukkan bahwa lebih banyak kalangan muda yang menanggung beban infeksi rumah tangga yang didorong oleh varian. Sebagian besar anak yang terinfeksi umumnya mengalami gejala ringan. Dalam beberapa kasus yang sangat jarang, anak-anak masuk ke dalam kondisi serius beberapa minggu setelah terinfeksi.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts