Apit Indonesia, Singapura dan Australia Mulai Wacanakan Travel Bubble di Tengah COVID-19
Unsplash/yousef alfuhigi
Dunia
Efek Corona untuk Pariwisata

Singapura dan Australia, yang notabene tepat mengapit Indonesia, mulai mendiskusikan kemungkinan pembukaan air travel bubble demi mendukung sektor pariwisata di tengah pandemi COVID-19.

WowKeren - Indonesia diketahui diapit di antara beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, dan Australia. Setiap negara pun tengah berjuang untuk mengendalikan wabah COVID-19 yang melanda.

Beberapa negara pun diketahui juga mulai bersiap untuk memulihkan kembali aspek-aspek kehidupan masyarakat mereka, termasuk sektor pariwisata. Termasuk Australia dan Singapura yang mulai kembali membahas pembukaan travel bubble alias wisata terbatas di antara kedua negara di tengah pandemi COVID-19.

Hal ini dibahas dalam kunjungan Perdana Menteri Australia Scott Morrison ke Singapura pada Kamis (10/6) kemarin. Fokus pada air travel bubble (ATB) alias lewat jalur udara, kedua negara sepakat untuk memulai pelan-pelan pembukaan wisata ketika masing-masing negara sudah siap.

Sebelum pembukaan ATB dilakukan, beberapa infrastruktur dan proses harus dipersiapkan dengan baik. Termasuk di antaranya mencapai standar kesehatan yang seimbang dan sertifikasi vaksinasi.


"(Singapura adalah negara) yang kami harap bisa segera menjadi tujuan perjalanan udara kami," tutur Morrison. Ia menegaskan, sejauh ini hanya Selandia Baru dan kini Singapura yang tertarik diajak bekerjasama oleh Australia.

Morrison sendiri mengunjungi Singapura setelah pertemuan bilateral sebelumnya terpaksa digelar secara virtual karena pandemi COVID-19. Morrison pun melakukan perjalanan ini sebelum menghadiri pertemuan negara-negara G7 di Inggris.

Di pertemuan bilateral itu, Morrison dan PM Singapura Lee Hsien Loong sempat membahas perihal kolaborasi dalam rangka mendukung upaya perubahan iklim Singapura. Lee pun menegaskan bahwa hubungan bilateral kedua negara sangat baik, termasuk dalam rangka mengendalikan pandemi COVID-19 yang terjadi.

Sebelumnya beberapa negara mulai membentuk travel bubble demi mendukung sektor pariwisata di tengah pandemi COVID-19. Termasuk Singapura dan Hong Kong yang sudah merencanakan travel bubble dan akan kembali ditinjau pada Juli 2021 mendatang.

"(Singapura dan Hong Kong) telah mempertahankan kontak dekat dan sepakat bahwa kedua belah pihak akan meninjau situasi pada awal Juli," ungkap Kementerian Transportasi Singapura dalam sebuah pernyataan. "Sebelum membuat keputusan mengenai target tanggal peluncuran penerbangan gelembung perjalanan udara."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts