Rusia yang dianggap sebagai salah satu tempat terdingin di bumi tak lepas dari fenomena gelombang panas. Suhu harian di St. Petersburg naik ke rekor 34 derajat Celcius.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 24 Juni 2021 - 12:27 WIB
WowKeren - Di tengah pandemi COVID-19 yang belum usai, sejumlah wilayah di bumi harus menghadapi masalah lain, gelombang panas atau heatwave.
Bahkan Rusia, yang dianggap sebagai salah satu tempat terdingin di bumi, tak lepas dari fenomena ini. Suhu harian di St. Petersburg naik ke rekor 34 derajat Celcius pada hari Selasa (22/6) ketika kota itu menghadapi suhu terpanas sejak 1998. Sedangkan Suhu di Moskow memecahkan rekor Juni sepanjang masa pada Rabu ketika mencapai 34,8 derajat Celcius.
Di Siberia pada hari Minggu (20/6), suhu permukaan tanah melebihi 35 derajat Celcius, dengan puncak 48 derajat Celcius di dekat Verkhoyansk, dan 37 derajat Celsius di Saskylah, keduanya berada di utara Lingkaran Arktik. Di Saskylah, suhu udara tercatat sebesar 31,9 derajat Celcius, ini adalah rekor tertinggi sejak 1936. Rusia memanas 2,5 kali lebih cepat daripada bagian dunia lainnya.
"Tren jangka panjang terlihat jelas di bulan Juni. Suhu meningkat di seluruh Siberia karena pengaruh perubahan iklim yang disebabkan manusia," kata Dr. Zachary Michael Labe, peneliti pascadoktoral ilmuwan iklim di Colorado State University. "Ini akan memiliki dampak luas terhadap ekosistem laut dan darat Kutub Utara."
Sementara itu, Amerika Serikat Barat Laut (Pacific Northwest) dapat mengalami gelombang panas bersejarah dalam beberapa hari mendatang. Peramal cuaca mengatakan pada Rabu (23/6) bahwa fenomena ini berpotensi memecahkan rekor suhu lama, membebani jaringan listrik, dan membahayakan penduduk yang rentan.
"Ini akan menjadi awal dari potensi gelombang panas bersejarah untuk Northwest akhir pekan ini," kata dinas cuaca. "Ketika rekor suhu tinggi tidak diperkirakan selama dua hari ke depan di Barat Laut, suhu tinggi masih akan berada 10 hingga 20 derajat di atas rata-rata."
Para ahli mengatakan cuaca ekstrem seperti gelombang panas di beberapa bagian Amerika Serikat tahun ini tidak dapat dikaitkan secara langsung dengan perubahan iklim. Dinas cuaca mengatakan suhu tinggi bisa berbahaya, menyarankan penduduk Northwest AS untuk tinggal di dalam rumah.
(wk/zodi)