Olimpiade Tokyo akan segera dilaksanakan, akan tetapi masyarakat merasa khawatir jika tetap berlangsung, itu akan memicu lonjakan dan gelombang baru COVID-19. Meski demikian, penyelenggara bersikeras tetap menyelenggarakannya.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Jumat, 02 Juli 2021 - 21:16 WIB
WowKeren - Pandemi COVID-19 hingga saat ini masih belum berakhir, bahkan kasusnya semakin merebak di sejumlah negara dunia. Masing-masing negara pun masih terus berupaya untuk bisa menangani pandemi ini.
Meski demikian, Penyelenggara Olimpiade Tokyo bersikeras untuk tetap melaksanakan perhelatan tersebut di tahun ini. Padahal, banyak yang menentangnya, termasuk masyarakat Jepang, karena khawatir akan memicu lonjakan dan gelombang baru COVID-19.
Seperti yang diketahui Olimpiade Tokyo 2020 ini sempat tertunda selama satu tahun karena adanya pandemi COVID-19. Maka dari itu, penyelenggara tidak ingin kembali menundanya dan akan tetap menggelar pada 23 Juli mendatang.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat, Seiko Hashimoto selaku Presiden panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020, mengatakan bahwa pihaknya tidak akan memaksa masyarakat untuk turut hadir menonton perhelatan tersebut. "Bukannya kami ingin menyelenggarakan Olimpiade dengan penonton dengan segala cara," terang Seiko dalam konferensi pers, Jumat (2/7).
Seiko menyampaikan bahwa pihak penyelenggara ingin terus maju dengan segala persiapan dengan memastikan acara tersebut bisa dilangsungkan dengan aman. Hal ini juga sebagai bentuk upaya untuk membuktikan sekaligus mengembalikan kepercayaan publik.
Dalam penyelenggaraannya nanti, pihak panitia telah melarang penonton dari luar negeri, kemudian membatasi jumlah penonton domestik sebesar 50 persen dari kapasitas normal. Meski demikian, para ahli medis mengatakan bahwa tetap ada risiko penyebaran COVID-19.
Sementara itu, Perdana Menteri Yoshihide mengatakan bahwa akan ada kemungkinan, dalam pelaksanaan Olimpiade Tokyo nanti tidak akan memiliki penonton. Kemudian, Gubernur Tokyo Yuriko Koike juga mengatakan hal serupa seperti Yoshihide bahwa pada pelaksanaannya nanti bisa saja tidak ada penonton, apabila pandemi semakin memburuk.
Lebih lanjut, para pejabat akan mendiskusikannya lagi terkait dengan penonton dalam pelaksanaan Olimpiade Tokyo nanti. Dalam diskusi itu juga turut menghadirkan Gubernur Tokyo dan Kepala Komite Olimpiade Internasional (IOC), dan diselenggarakan pada 8 Juli mendatang.
Di sisi lain, Presiden Atletik Dunia dan anggota IOC Sebastian Coe mengatakan bahwa Olimpiade Tokyo akan terus berlanjut dan harus terus berjalan. Hal ini diutarakan kepada CNBC pada Kamis (1/7).
(wk/tiar)