Pfizer Berencana Luncurkan Booster Vaksin COVID-19 Targetkan Varian Delta
Shutterstock
Dunia

Pfizer dan BioNTech mengatakan bahwa mereka sedang mengembangkan suntikan booster untuk vaksin COVID-19 mereka bersama dengan konstruksi vaksin baru yang menargetkan varian Delta.

WowKeren - Virus corona terus bermutasi hingga menghasilkan varian yang bermacam-macam. Salah satu yang disebut-sebut memiliki tingkat penularan yang tinggi dan masih menjadi momok hingga kini adalah varian delta.

Pfizer dan BioNTech mengatakan bahwa mereka sedang mengembangkan suntikan booster untuk vaksin COVID-19 mereka bersama dengan konstruksi vaksin baru yang menargetkan varian Delta. Mereka mengatakan jika bukti nyata dari Kementerian Kesehatan Israel menunjukkan kemanjuran vaksin telah menurun dalam enam bulan setelah vaksinasi.

Oleh sebab itu, para ilmuwan meyakini jika dosis booster akan "mungkin diperlukan untuk mempertahankan tingkat perlindungan tertinggi." Kedua perusahaan itu berharap untuk segera mempublikasikan "data yang lebih pasti" dan menyerahkannya ke Food and Drug Administration "dalam beberapa minggu mendatang."

"Kami telah mengatakan, dan kami terus percaya bahwa kemungkinan, berdasarkan totalitas data yang kami miliki hingga saat ini," kata mereka pada hari Kamis (7/7). "Dosis ketiga mungkin diperlukan dalam waktu 6 hingga 12 bulan setelah vaksinasi penuh."


Meski dosis ketiga BNT162b memiliki potensi untuk mempertahankan kemanjuran perlindungan tingkat tertinggi terhadap semua varian termasuk delta namun mereka tetap waspada. Kedua perusahaan juga menguraikan rencana untuk menguji konstruksi vaksin baru yang berfokus pada memerangi varian Delta.

"Kami tetap waspada dan sedang mengembangkan versi terbaru dari vaksin Pfizer-COVID-19 yang menggunakan konstruksi baru," jelas mereka lagi. "Berdasarkan garis keturunan B.1.617.2 pertama kali diidentifikasi di India dan juga dikenal sebagai varian Delta."

Sebelumnya pada Senin (5/7) kemarin, Kementerian Kesehatan Israel menyatakan efektivitas vaksin Pfizer turun menjadi 64 persen sejak 6 Juni 2021. penurunan ini terjadi bersamaan dengan menyebarnya varian Delta dan berakhirnya pembatasan social distancing di Israel.

Seorang juru bicara Pfizer mengutip penelitian lain yang menunjukkan bahwa antibodi yang ditimbulkan oleh vaksin masih mampu menetralkan semua varian yang diuji. Termasuk varian Delta, meskipun dengan kekuatan yang berkurang.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait