Bank Dunia mengatakan perang menyebabkan kerugian ekonomi hingga 190 juta dolar. Wilayah itu juga mencatat angka pengangguran yang sudah mencapai sekitar 50 persen.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 09 Juli 2021 - 15:53 WIB
WowKeren - Perang yang terjadi antara Israel dan penguasa militan Hamas telah meluluhlantakkan wilayah Gaza. Bank dunia memperkirakan bahwa untuk membangun kembali wilayah itu diperlukan biaya hingga 485 juta dolar.
Laporan yang diterbitkan pada Selasa (6/7) itu mengatakan akan memakan biaya hingga 380 juta untuk memperbaiki kerusakan fisik saja. Ada lebih banyak anggaran yang diperlukan untuk pemulihan lainnya.
Israel telah melancarkan gelombang serangan udara selama konflik 11 hari pada bulan Mei. Serangan ini diikuti dengan gerilyawan Palestina menembakkan ribuan roket, yang sebagian besar berhasil dihalau. Ada lebih dari 260 orang tewas, yang mana sebagian besar dari mereka adalah penduduk Palestina.
Bank Dunia mengatakan perang menyebabkan kerugian ekonomi hingga 190 juta dolar. Wilayah itu juga mencatat angka pengangguran yang sudah mencapai sekitar 50 persen. Tak hanya itu, kerusakan juga mencatat lebih dari 4.000 rumah dihancurkan atau rusak sebagian.
"Ini adalah episode memilukan lainnya," kata Direktur Bank Dunia untuk Tepi Barat dan Gaza Kanthan Shankar. "Di mana orang-orang Palestina di Gaza melihat diri mereka berada di tengah-tengah konflik dan kehancuran."
Setidaknya 254 orang dilaporkan tewas di Gaza selama perang tersebut. 67 di antaranya adalah anak-anak dan 39 lainnya wanita, menurut kementerian kesehatan Gaza. Hamas telah mengakui kematian 80 militan. Sementara itu, 12 warga sipil termasuk dua anak-anak, tewas di Israel, bersama dengan satu tentara.
Sementara itu menurut Israel kerugian sipil seharusnya menjadi tanggung jawab Hamas, yang menempatkan peluncur roket dan infrastruktur militer lainnya di lingkungan perumahan. Sedangkan Militer mengatakan telah berupaya untuk menyelamatkan warga sipil.
Lebih dari 2 juta penduduk Palestina di Gaza telah menanggung beban konflik dan permusuhan yang terjadi secara terus-menerus selama tiga dekade terakhir. Selain adanya pembatasan pada aktivitas masuk dan keluar wilayah, pemadaman listrik juga sering terjadi, serta Gaza juga menghadapi wabah virus corona.
(wk/zodi)