Dengan kebijakan tersebut, tempat hiburan seperti kelab malam akan diumumkan, sedangkan aktivitas ibadah dan sekolah hanya bisa digelar secara online.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 09 Juli 2021 - 16:32 WIB
WowKeren - Korea Selatan meningkatkan pembatasan social distancing di area metropolitan Seoul ke level 4 atau level maksimum. Kebijakan ini diumumkan kala Korsel mencatatkan kasus COVID-19 harian tertinggi selama dua hari berturut-turut.
Dengan demikian, pertemuan lebih dari dua orang akan dibatasi maksimal hingga pukul 18.00. Tempat hiburan seperti kelab malam akan diumumkan, sedangkan aktivitas ibadah dan sekolah hanya bisa digelar secara online. Kafe dan restoran hanya diperbolehkan melayani pelanggan hingga pukul 22.00.
Kebijakan ini akan mulai berlaku sejak Senin (12/7) pekan depan selama dua minggu. Meneri Kesehatan Korsel Kwon-deok Cheol menyatakan bahwa mereka kini menghadapi gelombang keempat COVID-19.
"Kita berada di awal gelombang keempat," tuturnya pada Jumat (9/7). "Kami prihatin dengan kecepatan penularannya.. Kami melihat sebaran luas infeksi klaster dan sangat menantang bagi kita untuk menahannya."
Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) melaporkan 1.316 kasus COVID-19 baru dalam sehari pada Jumat, ini merupakan angka tertinggi sejak pandemi dimulai. Sedangkan pada Kamis kemarin, Korsel mencatat 1.275 kasus COVID-19 baru dalam sehari.
Menurut KDCA, 80 persen kasus COVID-19 baru terjadi di area metropolitan Seoul. Area ini meliputi wilayah Ibu Kota, provinsi Gyeonggi di sekitarnya, dan kota Incheon, serta menjadi rumah bagi separuh populasi Korsel.
KDCA juga melaporkan bahwa populasi muda berusia 20-an dan 30-an menjadi pendorong utama kasus COVID-19 baru belakangan ini. Klaster penularan muncul dari sejumlah lokasi seperti kafe, bar, restoran, dan asrama universitas.
"Dalam seminggu terakhir kami melihat peningkatan tiga kali lipat dalam jumlah kasus varian delta yang terdeteksi di Seoul dan kami percaya untuk menahan virus delta ke depan, diperlukan tindakan pencegahan," tegas Kwon-deok Cheol.
Pada Kamis, KDCA telah melaporkan bahwa sekitar 10 persen dari kasus COVID-19 yang baru dilaporkan secara nasional selama minggu sebelumnya disebabkan oleh varian Delta. Varian ini disebut-sebut lebih menular dan pertama kali ditemukan di India.
(wk/Bert)