Penulis 'Godzilla vs Kong' Ingin Bangun MonsterVerse Tanpa Karakter Manusia
Warner Bros. Pictures
Film

Meskipun karakter manusia telah menjadi komponen mendasar untuk setiap film live-action Godzilla sejak tahun 1954, tradisi tersebut telah dipertanyakan dalam beberapa tahun terakhir.

WowKeren - Penulis "Godzilla vs Kong" Max Borenstein mengungkapkan keinginannya untuk membangun alam semesta yang hanya berisi monster. Borenstein yang merupakan rekan penulis di balik keempat entri franchise MonsterVerse ingin melihat film MonsterVerse yang berfokus sepenuhnya pada Kaiju alam semesta tanpa ada kehadiran manusia.

Konsep ulang Godzilla bersama jajaran para aktor awalnya dirilis pada tahun 2014 dengan reboot "Godzilla" besutan Gareth Edwards. Setelah penampilan komersial dan kritik yang buruk dari "Godzilla: King of the Monsters" tahun 2019 lalu, franchise tersebut tampaknya mulai terbenam.

Untungnya, MonsterVerse menerima angin kedua setelah kesuksesan "Godzilla vs. Kong" awal tahun ini. Film itu tidak hanya memecahkan kekeringan blockbuster selama setahun yang disebabkan oleh pandemi COVID-19, tetapi juga memicu minat populer yang diperbarui dalam waralaba.


Kritikus dan khalayak umum umumnya setuju bahwa unsur manusia dalam film-film ini cenderung ditanggung. Meskipun karakter manusia telah menjadi komponen mendasar untuk setiap film live-action Godzilla sejak tahun 1954, tradisi tersebut telah dipertanyakan dalam beberapa tahun terakhir.

Borenstein adalah kolaborator MonsterVerse terbaru untuk menantang gagasan ini. Dalam sebuah wawancara dengan Slashfilm, Borenstein mengatakan bahwa "akan luar biasa" melihat film MonsterVerse dengan karakter manusia yang terbatas. "Saya pikir itu bisa dilakukan. Saya sedang memikirkan hal yang sama. Saya pikir itu akan luar biasa sebenarnya," ungkapnya.

"Menimbang keberhasilan 'Godzilla vs. Kong', saya agak berharap dalam fase apa pun yang diputuskan untuk melakukannya, kita akan melihatnya," kata penulis. "Saya pikir itu akan sangat keren. Saya pikir itu mungkin. Itu akan sangat ambisius."

Namun, perlu dicatat jika pada angsuran "Shin Godzilla" tahun 2016 dan maupun "Godzilla" asli yang rilis pada tahun 1954 lalu, karakter manusia memainkan peran penting dalam menyampaikan tema alegori di masing-masing film. Sehingga penggambaran MonsterVerse yang sepenuhnya tanpa manusia kemungkinan akan sulit. Salah satu kritik dari pendekatan ini adalah bahwa penonton mungkin merasa lebih sulit untuk berempati dengan makhluk CGI daripada aktor sungguhan.

(wk/zodi)

You can share this post!