Kemenkes mengatakan bahwa pengecualian dapat dibuat untuk pengunjung dari kelompok tertentu termasuk pasien anak, ibu melahirkan, dan pasien yang sakit parah.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 05 Agustus 2021 - 10:41 WIB
WowKeren - Pemerintah Singapura telah mengeluarkan kebijakan baru dalam rangka menekan angka penularan COVID-19. Semua pengunjung akan dilarang masuk ke bangsal rumah sakit mulai 5 hingga 18 Agustus. Pengumuman ini datang sehari setelah klaster baru ditemukan di Rumah Sakit Umum Changi di Simei.
Langkah ini diambil di tengah meningkatnya kasus komunitas, termasuk di antara anggota staf dan pasien rumah sakit. Meski demikian, dalam sebuah pernyataan pada Rabu (4/8), Kemenkes mengatakan bahwa pengecualian dapat dibuat untuk pengunjung dari kelompok pasien anak, ibu melahirkan, dan pasien yang sakit parah.
Kategori terakhir yang masuk pengecualian adalah pasien yang membutuhkan lebih banyak dukungan perawatan termasuk pasien dengan ketidakmampuan mental. Rumah sakit dapat menerima kelompok pengunjung ini berdasarkan kondisi dan kasus per kasus, kata Kemenkes. Meski mendapat pengecualian, juga harus diperhatikan jika kelompok pasien ini hanya dapat menerima satu pengunjung sehari hingga 30 menit.
Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa setiap deteksi kasus di dalam rumah sakit akan selalu mengarah pada penutupan bangsal. Ini akan membatasi pergerakan pasien dan anggota staf masuk dan keluar dari bangsal yang terkena dampak.
Kemenkes mengingatkan semua pengunjung rumah sakit untuk memakai masker wajah dengan kemampuan penyaringan yang baik. Makan atau minum di bangsal dilarang. Pengunjung juga dilarang menggunakan toilet pasien di bangsal dan duduk di ranjang rumah sakit.
"Kementerian Kesehatan akan meninjau langkah-langkah di atas secara teratur," kata Kementerian. "Dan kami mencari pengertian dan kerja sama dari semua warga Singapura saat kami melakukan penyesuaian untuk melindungi pasien dan rumah sakit kami selama masa transisi menuju masyarakat yang tahan COVID-19."
Secara terpisah, Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa tim layanan kesehatan rumah sakit juga akan melakukan pendekatan ke semua pasien yang tidak divaksinasi untuk mendorong lebih banyak orang menerima suntikan. "Pasien yang divaksinasi akan melindungi pasien lain di rumah sakit dan mengurangi risiko klaster COVID-19 di rumah sakit," tambah Kemenkes.
(wk/zodi)