Tigray telah dilanda pertempuran sejak November. Hal itu bermula saat PM Abiy Ahmed mengirim pasukan untuk menggulingkan pemerintah Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF).
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 06 Agustus 2021 - 11:25 WIB
WowKeren - Ulah pemberontak Tigray di Ethiopia kian menjadi-jadi. Kekinian, laporan terbaru menyebutkan bahwa kelompok pemberontak telah berhasil menduduki Situs Warisan Dunia UNESCO Lalibela. Situs ini terletak di wilayah tetangga Amhara dan terkenal akan gereja-gereja pahatan batu abad ke-12.
Hal tersebut disampaikan oleh penduduk kepada AFP. Pada Kamis (5/8) para pemberontak melanjutkan dorongan selama berminggu-minggu di luar Tigray. Bahkan pejabat Ethiopia mengatakan akibat ulah mereka ratusan ribu warga sipil harus mengungsi dari rumah mereka.
Diketahui, Tigray telah dilanda pertempuran sejak November lalu. Hal itu bermula ketika Perdana Menteri Abiy Ahmed mengirim pasukan untuk menggulingkan pemerintah Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF). TPLF sendiri merupakan partai regional yang mendominasi politik nasional sebelum Abiy menjabat pada 2018 lalu.
Pengiriman pasukan itu tentu bukan tanpa alasan. Abiy mengatakan jika langkah itu diambil sebagai balasan atas serangan TPLF di kamp-kamp tentara. Meski Abiy menjanjikan kemenangan, namun keadaan justru tidak sebagaimana diharapkan.
Pada Juni lalu, pasukan pro-TPLF telah berhasil merebut kembali ibu kota Tigray, Mekelle dan sebagian besar tentara Ethiopia mundur. Sejak saat itu TPLF terus menekan ke arah timur (Afar) dan selatan ke Amhara, di mana Lalibela berada.
Pejuang milisi dan tentara telah didorong secara massal di sejumlah wilayah Amhara untuk melawan para pemberontak. Namun menurut pengakuan penduduk sekitar, kota itu justru jatuh tanpa perlawanan.
"Mereka datang pada sore hari, dan tidak ada pertempuran. Tidak ada pasukan keamanan di sekitar. Pasukan TPLF ada di kota sekarang," kata seorang warga kepada AFP. Warga yang lain mengatakan jika ia harus bersembunyi di rumahnya dan sebagian orang lainnya memilih untuk meninggalkan kota itu dan menuju ke daerah terpencil.
Juru bicara Abiy, Billene Seyoum, mengatakan lebih dari 300.000 orang telah mengungsi akibat pertempuran baru-baru ini di Amhara dan Afar. Sementara itu, pemerintah Abiy menuduh jika para pemimpin asing mengabaikan kejahatan yang dilakukan oleh TPLF, terutama Barat. Ia menyebut TPLF sebagai organisasi teroris yang mengancam kesejahteraan rakyat Tigray.
(wk/zodi)