Rencana Pemerintah Korea Selatan Ganti Istilah Tiongkok untuk Kimchi Tuai Protes
pixabay.com/Ilustrasi/imissyou
Dunia

Kimchi telah memicu perseteruan pahit antara kedua negara. Menurut sebuah petisi, mengubah nama hidangan nasional Korea dapat menimbulkan kesalahpahaman.

WowKeren - Keputusan pemerintah Korea Selatan untuk memodifikasi nama makanan nasional memicu protes. Sebuah petisi di Korea Selatan mencuat terkait keputusan pemerintah untuk memodifikasi istilah Tiongkok untuk kimchi.

Kimchi merupakan hidangan kubis pedas asal Korea yang telah memicu perseteruan pahit antara kedua negara. Kim Byung-ki, profesor emeritus bahasa dan sastra Tiongkok di Universitas Nasional Jeonbuk mengatakan ia menentang keputusan itu.

Hal itu ia sampaikan melalui petisi tersebut yang diunggah ke situs web Presiden Blue House pada hari Senin (2/8). Ia menentang keputusan pemerintah untuk mengubah istilah Tiongkok untuk kimchi menjadi "shinchi" atau "xinqi", sebagaimana dilaporkan Dong-A Ilbo dan Korea Economic Daily TV pada Kamis (5/8).

Kim mengatakan perubahan yang diusulkan oleh Kementerian Kebudayaan Seoul harus dicabut. Petisi tersebut telah mengumpulkan lebih dari 8.800 tanda tangan pada Kamis malam, waktu setempat.


Menurut petisi tersebut, mengubah nama hidangan nasional Korea dapat menimbulkan kesalahpahaman. Apa lagi di kalangan warga negara Tiongkok yang sudah menyebut hidangan tersebut dengan nama asli Korea.

Diketahui, kontroversi terkait kimchi antara Korea Selatan dan Tiongkok telah dimulai sejak tahun lalu. Hal itu bermula ketika tabloid negara Tiongkok Global Times mengklaim Tiongkok telah diberikan pengakuan oleh Organisasi Internasional untuk Standardisasi, dengan sertifikasi global untuk kimchi sebagai bagian dari budaya Tiongkok.

Klaim ini pun mendapat penolakan dari organisasi tersebut yang menegaskan bahwa klaim Tiongkok tidaklah benar. Kim juga mengatakan bahwa di Tiongkok kimchi Korea punya istilah sendiri, yakni disebut sebagai "paocai," atau paocai Korea. Paocai adalah hidangan kubis Tiongkok yang disiapkan secara berbeda. Oleh sebab itu, akademisi tersebut menegaskan bahwa tidak ada alasan menggunakan kata 'shinchi' secara tiba-tiba untuk kimchi.

Diketahui, aktivis Korea Selatan telah mempermasalahkan klaim Tiongkok tentang kimchi dan artefak budaya lainnya. Voluntary Agency Network of Korea mengatakan pada bulan Februari bahwa portal terbesar Tiongkok, Baidu, telah memasukkan kimchi sebagai warisan budaya lama Tiongkok dalam ensiklopedia mereka.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait