Ernest Prakasa berpendapat bahwa berkembangnya industri dalam negeri rupanya tidak lantas membuat masyarakat bangga dengan produk lokal. Begini pesan Ernest bagi pebisnis yang hobi plagiat karya orang lain.
- Intan Maharani
- Kamis, 19 Agustus 2021 - 18:52 WIB
WowKeren - Ernest Prakasa baru saja menyuarakan kecaman bagi pengusaha lokal yang hobi meniru produk orang lain. Melalui akun Instagram pribadinya, sutradara "Susah Sinyal" itu melarang masyarakat hanya sekadar bangga dengan pencapaian produk lokal.
"Semakin ke sini, semakin banyak brand-brand Indonesia yang maju. Bahkan bisa sampai ekspor ke pasar internasional. Which is good. Tapi buat temen-temen pengusaha yang bikin brand lokal, gue ngeliat bahwa memang sulit untuk melepaskan diri dari godaan meniru," buka Ernest pada video yang diunggah pada Kamis (19/8).
Kemudian Ernest menyebutkan bahwa dirinya tidak perlu mengungkap brand atau produk industri yang dimaksud. Namun ia menyoroti bahwa godaan meniru hasil karya orang lain cukup besar dan sukar dihindari oleh pelaku bisnis. Sehingga ia punya dua pesan untuk para pemilik brand yang suka meniru atau melakukan plagiat merek dagang lain.
"Yang pertama, kalau gue sih percaya karma buruk ya. Kalau kita mencuri, biar gimanapun kalau meniru kita mencuri ide orang ya nggak sih. Kalau kita melakukan sesuatu berlandaskan pada perbuatan yang buruk apa iya hasilnya bisa baik gitu? Gue sih nggak terlalu percaya," ujar Ernest.
Yang kedua, Ernest berpendapat bahwa jika pemilik brand meniru desain orang dengan asumsi konsumen tidak akan pernah tahu maka membahayakan bagi reputasi brand. Barangkali konsumen memang tidak tahu jika barang yang dibeli tiruan, namun jika dibiarkan terus menerus maka akan berdampak besar pada brand sendiri.
"Tapi kalo some day lo ketauan. Lo ketauan niru and then orang mulai tahu, and then ada kejadian yang berulang-ulang. Mungkin kalau cuma sekali it's just a fluck gitu. Ah, kebetulan. Lalu mulai ketauan ah ini niru yang ini, ini niru. Lama-lama semua reputasi brand yang udah dibangun selama bertahun-tahun itu ya sia-sia juga," bebernya.
Ernest lantas menambahkan bahwa sebagai orang Indonesia tidaklah cukup hanya bisa bangga dengan produk lokal yang berkembang. Melainkan masyarakat juga harus menjaga kekayaan intelektual, dengan tidak meniru desain produk brand lain. Yaitu dengan mendukung orisinalitas pasar.
Berikutnya Ernest mengungkapkan dirinya menerima fakta bahwa di pasar saat ini tidak pernah ada desain yang benar-benar asli. Namun menurutnya tujuan orang tidak sengaja membuat desain yang sama dan meniru dengan sadar amatlah berbeda. Lantas ia membandingkan dengan naskah film yang pernah dibuatnya juga pernah secara tidak sengaja memiliki kesamaan dengan karya lain.
Selanjutnya, Ernest berharap bahwa masyarakat tidak berhenti pada rasa bangga terhadap prestasi produk lokal. "Tapi kita juga bisa appreciate, bisa bangga karena brand lokal karena original-nya," pungkasnya.
(wk/inta)