Vladimir Putin Siap Gandeng Xi Jinping Stabilkan Situasi di Afghanistan
pixabay.com/DimitroSevastopol
Dunia

Pembicaraan mereka terjadi ketika Tiongkok sangat ingin meningkatkan pengaruhnya di Afghanistan setelah rencana penarikan pasukan militer AS dari negara itu.

WowKeren - Situasi di Afghanistan setelah Amerika Serikat memutuskan untuk menarik diri hingga memicu Taliban menguasai negara itu masih menjadi sorotan dunia. Tiongkok dan Rusia sepakat untuk membantu menstabilkan situasi di negara yang saat ini telah dikuasai oleh Taliban tersebut.

Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin telah mencapai kesepakatan bahwa kedua negara akan bergandengan tangan untuk upaya itu. Hal tersebut terungkap selama percakapan telepon mereka pada hari Rabu (25/8).

Pembicaraan mereka terjadi ketika Tiongkok sangat ingin meningkatkan pengaruhnya di Afghanistan setelah rencana penarikan pasukan militer AS dari negara itu. Namun, ketegangan antara Beijing dan Washington menunjukkan sedikit tanda-tanda akan segera mereda.


Mengutip kantor berita Xinhua, Xi mengatakan kepada Putin bahwa Tiongkok siap untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan Rusia dan komunitas internasional yang lebih luas mengenai masalah Afghanistan. Tak hanya itu, ia juga menyerukan upaya bersama untuk mendorong semua faksi di Afghanistan membangun struktur politik yang terbuka dan inklusif.

Hal tersebut bisa dilakukan melalui konsultasi dan secara menyeluruh memisahkan diri dari semua kelompok teroris, menurut kantor berita tersebut. Percakapan telepon tersebut selain membahas masalah Afghanistan juga mengangkat persoalan seputar pandemi. Xi mengatakan kepada Putin bahwa Tiongkok siap bekerja sama dengan Rusia untuk memperdalam kerja sama dalam pengembangan dan produksi vaksin.

Sementara itu, Putin mengatakan jika Rusia sendiri menentang politisasi asal-usul COVID-19. Hal ini mengingat sampai saat ini Tiongkok dan Amerika Serikat terus berselisih mengenai asal-usul virus, yang pertama kali terdeteksi di kota Wuhan pada akhir 2019.

Sebelumnya, Tiongkok 'mengambil kesempatan' ketika AS menarik diri dari Afghanistan hingga menimbulkan kondisi seperti sekarang ini. Global Times mengatakan bahwa situasi di Afghanistan telah "mengkhawatirkan beberapa orang di pulau Taiwan dan membunyikan bel peringatan bagi para separatis di sana, karena itu bukan yang pertama kalinya AS meninggalkan sekutunya dan apa yang disebut aliansi".

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait