Dirjen Kesehatan Malaysia Sebut Booster Tak Bisa Bantu Kendalikan Penularan Varian Delta
pixabay/ilustrasi
Dunia

Vaksinasi COVID-19 menjadi salah satu strategi negara-negara di dunia dalam menghadapi pandemi. Sejumlah negara diketahui tengah melaksanakan suntikan dosis ketiga atau booster.

WowKeren - Masing-masing negara di dunia saat ini tengah sibuk melaksanakan percepatan vaksinasi COVID-19 guna bisa segera mencapai kekebalan komunal atau herd immunity. Bahkan sejumlah negara juga tengah melaksanakan suntikan ketiga atau booster.

Akan tetapi, Direktur Jenderal (Dirjen) Kesehatan Malaysia, Tan Sri Dr Noor Hisham Abdullah mengatakan bahwa suntikan booster bagi mereka yang telah mendapatkan vaksinasi COVID-19 dua dosis, tidak membuat mereka kebal dari penularan varian Delta. Menurutnya, lebih baik meningkatkan vaksinasi bagi mereka yang belum menerima satu dosis suntikan.

"Memberikan dosis booster kepada kepada mereka yang telah divaksinasi lengkap tidak akan membantu mengendalikan penularan varian Delta," terang Noor Hisham dalam Facebook, Kamis (26/8). "Tetapi yang bisa mengendalikan penyebaran varian Delta adalah memvaksinasi mereka yang belum divaksinasi COVID-19."


Lebih lanjut, Noor Hisham lantas mengingatkan warga Malaysia bahwa vaksinasi massal harus menjadi prioritas sebelum pertimbangan untuk bisa memberikan suntikan booster. Kemudian, ia menuturkan bahwa tidak ada yang akan aman sampai semua orang benar-benar aman dan divaksin.

Sebagai informasi, setidaknya ada dua negara bagian di Malaysia yang dilaporkan tengah membuat persiapan untuk memberikan suntikan booster kepada penduduk mereka. Sementara itu, anggota dewan eksekutif Selangor yang bertanggungjawab atas kesehatan masyarakat, persatuan, pengembangan wanita dan keluarga, Dr Siti Mariah Mahmud mengatakan kepada majelis negara bagian bahwa booster itu dilakukan di bawah Program Vaksin Selangor (Selvax).

Selain itu, Sarawak dilaporkan telah mempertimbangkan untuk membeli pasokan vaksin COVID-19 sendiri sebagai dosisi booster sejak bulan lalu. Hal ini diutarakan oleh Menteri Negara Bagian Datuk Seri Dr Sim Kui Hian sekaligus penasihat Komite Penanggulangan Bencana Sarawak.

Sim Kui mengatakan bahwa sejak awal bulan Agustus, Sarawak sedang dalam negosiasi untuk membeli dosis pendorong dengan maksud mulai mengelolanya pada bulan Oktober mendatang. Di sisi lain, secara nasional, pemerintah federal sebelumnya, di bawah kepemimpinan Tan Sri Muhyiddin Yassin mengatakan bahwa suntikan booster akan dipertimbangkan hanya tahun depan karena fokus memvaksinasi sebanyak mungkin.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait