Belum Sepekan Jadi PM Malaysia, Ismail Sabri Dinilai Telah Buang Kesempatan Kenalkan Reformasi
Dunia

Sebelumnya, Ismail Sabri Yaakob telah dilantik sebagai Perdana Menteri (PM) Malaysia yang baru menggantikan Muhyiddin Yassin. Pada Jumat (27/8), ia mengumumkan para menteri di kabinetnya.

WowKeren - Pada 21 Agustus lalu, Ismail Sabri Yaakob telah resmi dilantik sebagai Perdana Menteri (PM) Malaysia yang baru menggantikan Muhyiddin Yassin. Seperti yang diketahui, Muhyiddin Yassin sebelumnya telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai PM Malaysia.

Akan tetapi, belum genap satu pekan menjabat sebagai PM Malaysia, Ismail Sabri disebut telah "membuang" kesempatan untuk memperkenalkan reformasi kelembagaan yang nyata ketika mengumumkan susunan kabinetnya pada Jumat (27/8). Hal ini disampaikan oleh anggota Parlemen Muar Syed Saddiq Syed Abdul Rahman.

Presiden Aliansi Demokratik Bersatu Malaysia (Muda) itu mempertanyakan mengenai pemilihan tersebut. Selain itu, ia juga mengatakan anggota parlemen di UMNO dan PAS telah menunjukkan komitmen mereka dalam membangun negara telah diabaikan.

"Saya melihat pengumuman kabinet dari PM tadi sebagai 'kesempatan yang terbuang' untuk menunjuk individu yang baik, ada komitmen untuk membangun negara seperti YB Azalina Othman, Dr Asyraf Wajdi, Saudara Shahril Hamdan, YB Ahmad Fadhli Shaari dan yang lain," terang Syed Saddiq.


"Untuk apa menunjuk menteri lain yang jelas kinerjanya tidak bagus? Mengapa para pemimpin dengan catatan buruk itu masih menjadi bagian dari pemerintahan ini?" lanjutnya. "Jadi Kerajaan Gagal sebelumnya, hanya mengambil cuti sekitar dua minggu sebelum kembali bertugas."

Lebih lanjut, Syed Saddiq juga mempertanyakan keputusan Ismail Sabri untuk mempertahankan sebagian besar menteri dari pemerintahan Perikatan Nasional sebelumnya di bawah pimpinan Muhyiddin Yassin. Ia pun lantas menyinggung alasan Muhyiddin tidak mendapatkan dukungan dari UMNO sebab dinilai gagal menangani krisis kesehatan dan ekonomi negara akibat pandemi COVID-19.

"Tapi ketika UMNO memiliki kekuatan untuk menunjuk kabinet baru, hal yang sama dilakukan," pungkas Syed Saddiq. "Kabinet Gagal 2.0."

Sebagai informasi, pada Jumat (27/8) hari ini, Ismail Sabri melantik sekitar 31 orang menteri dan 38 wakil menteri. Sebagian besar menteri mempertahankan portofolio mereka dari pemerintahan Muhyiddin Yassin. Termasuk juga portofolio empat menteri senior yang melarang pergantian kementerian.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait