Semakin Kacaunya Kondisi Di Afghanistan, Air SDF Hanya Berhasil Evakuasi Satu Warga Jepang
Dunia

Amerika Serikat (AS) diketahui telah melancarkan serangan balas dendam di Afghanistan usai ada ledakan yang diduga bom bunuh diri sebelumnya di sekitar pusat evakuasi di Kabul.

WowKeren - Kondisi di Afghanistan saat ini semakin mencekam. Setelah ledakan bom yang terjadi beberapa waktu lalu di sekitar bandara Kabul, kini Amerika Serikat (AS), melancarkan serangan balas dendam.

Dengan kondisi yang semakin kacau tersebut, membuat negara yang ingin mengevakuasi warganya menjadi kesusahan. Seperti yang terjadi pada SDF hanya berhasil mengevakuasi satu orang warga Jepang.

Tidak berhasilnya mengevakuasi dalam jumlah banyak, disebabkan oleh ketentuan hukum dan kondisi yang berbahaya di lapangan. Alhasil, Pasukan Bela Diri hanya berhasil menyelamatkan satu warga negara Jepang dari Bandara Kabul, bukannya lebih dari 500 orang yang direncanakan.

Air SDF mengirimkan tiga pesawat angkut untuk mengevakuasi warga dari bandara Kabul. Adapun rencananya, bakal mengevakuasi sekitar 500 warga negara Jepang dan Afghanistan yang bekerja untuk Kedutaan Besar Jepang dan Badan Kerjasama Internasional Jepang.


Berdasarkan sumber pemerintah dikutip dari The Asahi Shimbun, mengatakan bahwa hanya satu-satunya warga negara Jepang yang diterbangkan dari Kabul ke Islamabad pada Jumat (27/8), waktu setempat. Sementara situs web Kyodo News mengidentifikasi identitas warga Jepang yang berhasil dievakuasi itu adalah Hiromi Yasui (57), seorang pebisnis di Kabul dan juga bekerja untuk biro Kyodo News Kabul.

Sebelumnya, para wartawan telah diberi pengarahan pada 27 Agustus kemarin oleh Kementerian Luar Negeri dan Pertahanan tentang operasi penyelamatan. Akan tetapi, pada saat itu, para pejabat tidak menyampaikan secara detail seperti berapa banyak yang akan dievakuasi, organisasi tempat kerja apa saja, dan bagaimana mekanismenya untuk bisa ikut dievakuasi di tengah kekacauan yang terus berlanjut di Kabul.

Selain itu, para pejabat juga enggan membocorkan jumlah secara pasti warga yang belum dievakuasi dan masih berada di bandara Kabul. Adapun alasan mereka adalah hal ini merupakan misi penyelamatan masih terus berlanjut hingga saat ini.

Para pejabat menegaskan bahwa pihaknya akan mengerahkan segala upaya untuk mendapatkan kerja sama dengan Amerika Serikat (AS) dan negara lainnya untuk mendapat bantuan dalam mengevakuasi warga yang mulai putus asa di Afghanistan.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait