Perlu dicatat bahwa kebijakan ini tidak akan berlaku untuk siswa yang mengenakan seragam sekolah. Kebijakan juga tidak berlaku untuk staf di dinas berseragam seperti SAF.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 30 Agustus 2021 - 18:21 WIB
WowKeren - Pemerintah Singapura akhirnya memberikan izin mengenakan kerudung bagi wanita muslimah yang bekerja di sektor kesehatan publik mulai 1 November mendatang. Kebijakan seragam yang direvisi ini diumumkan oleh Perdana Menteri Lee Hsien Loong dalam pidatonya di Hari Nasional, Minggu (29/8).
Seiring berjalannya waktu, PM Lee mencatat bahwa mengenakan kerudung menjadi hal semakin penting bagi komunitas Muslim. Bagi banyak wanita Muslim memakai kerudung adalah bagian penting dari keyakinan mereka dan ekspresi identitas.
Sebelumnya pada tahun 2014 lalu, Lee menjelaskan bahwa dia melakukan diskusi yang intens dengan para pemimpin Muslim. Ia mengatakan bahwa kebijakan pemerintah di sektor kesehatan tidaklah kaku.
"Jika kami mengubah posisi kami, pertama-tama kami akan memastikan bahwa semua orang baik itu Muslim maupun non-Muslim memahami dan menerima perubahan itu karena kerudung bukan hanya masalah umat Islam" paparnya. "Ini adalah masalah nasional."
Sejak saat itu, pemerintah telah memantau situasi di sektor kesehatan dan mengamati bahwa interaksi antar ras tetap harmonis. Dia menyoroti bahwa non-Muslim lebih nyaman melihat Muslim mengenakan tudung, dan khususnya di rumah sakit. Dia juga mengatakan bahwa generasi muda Singapura lebih bisa menerima perbedaan ras dan agama.
"Jadi beberapa bulan yang lalu, saya bertemu dengan para pemimpin Muslim lagi," kata Lee. "Saya berterima kasih kepada mereka atas bantuan mereka dalam menangani masalah sensitif ini selama ini. Saya katakan kepada mereka bahwa kami sekarang sudah siap."
Namun, perlu dicatat bahwa kebijakan ini tidak akan berlaku untuk siswa yang mengenakan seragam sekolah. Kebijakan juga tidak akan berlaku untuk staf di dinas berseragam, seperti Angkatan Bersenjata Singapura (SAF).
Kebijakan kerudung telah menjadi isu yang sangat diperdebatkan di Singapura selama bertahun-tahun. Diskusi muncul kembali awal tahun ini setelah Anggota Parlemen (MP) Partai Buruh Faisal Manap mengangkatnya dalam debat Komite Pasokan untuk Urusan Muslim.
"Tidak dapat disangkal bahwa ada wanita muslimah yang memiliki niat untuk menjadi perawat," kata Faisal. "Tetapi dipaksa mengurungkan niatnya karena tahu bahwa mereka akan dilarang mengenakan kerudung."
(wk/zodi)