Amerika Serikat 'Didepak' Dari Daftar Perjalanan Aman Uni Eropa
Unsplash/ CHUTTERSNAP
Dunia

Pelancong dari negara di luar 'daftar aman' yang masuk ke dalam negara-negara Uni Eropa harus menghadapi pembatasan seperti karantina dan testing COVID-19 tambahan.

WowKeren - Uni Eropa (UE) merekomendasikan agar Amerika Serikat dikeluarkan dari daftar negara aman. Daftar tersebut berisi sejumlah negara yang pembatasan perjalanannya dilonggarkan perlu dicabut.

Dalam panduan terbaru untuk 27 negara anggota UE, Dewan Eropa mencoret Amerika Serikat dan lima negara lainnya dari daftar negara "Lampiran I" atau "daftar negara aman". Selain AS, UE juga mencoret Israel, Kosovo, Lebanon, Montenegro dan Republik Makedonia Utara.

Pelancong dari negara di luar "daftar aman" yang masuk ke dalam wilayah UE harus menghadapi pembatasan seperti karantina dan testing COVID-19 tambahan. Sedangkan pelancong dari negara yang termasuk dalam "daftar aman" dan telah divaksinasi bisa memasuki wilayah EU tanpa dikarantina, atau hanya perlu menunjukkan hasil tes virus corona negatif terbaru.

Daftar perjalanan "aman" tersebut telah diterima secara umum oleh 27 anggota UE, tetapi hal itu tidak mengikat. Ini berarti, beberapa negara anggota UE mungkin memutuskan untuk tetap mengizinkan turis AS masuk karena alasan ekonomi.


Sejumlah media seperti New York Times, CNN, dan Wall Street Journal melaporkan langkah EU "mendepak" AS dari daftar aman tersebut dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran tentang varian virus corona Delta yang lebih menular. Beberapa negara di blok itu juga diketahui marah ketika Inggris dan UE mengizinkan masuknya orang Amerika yang telah divaksinasi penuh pada Juni, namun AS mempertahankan pembatasan pada pelancong dari kedua wilayah tersebut.

Dr. Anthony Fauci selaku kepala penasihat medis Presiden Joe Biden lantas buka suara terkait situasi pandemi COVID-19 di AS. Ia mengatakan bahwa lonjakan virus corona di AS, "sama-sama dapat diprediksi, tetapi sepenuhnya dapat dicegah".

"Dan Anda tahu kami tahu kami memiliki sarana dengan vaksin untuk membalikkan keadaan ini," ujar Fauci. "Kita bisa membalikkan keadaan ini dan kita bisa melakukannya secara efisien dan cepat jika kita membuat orang-orang itu divaksinasi."

Di sisi lain, Presiden Biden sendiri diketahui sempat memerintahkan pengusutan asal-usul virus corona. Namun laporan intelijen yang dirilis pada hari Jumat (27/8) menunjukkan bahwa pemerintahan Biden masih belum berhasil memahami asal-usul COVID-19.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait