Pasca penarikan militer AS, Afghanistan kini tengah diduduki oleh Taliban. Hal ini pun lantas menjadi sorotan PBB yang mengkhawatirkan nasib dari masyarakat Afghanistan.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Rabu, 01 September 2021 - 18:24 WIB
WowKeren - Pada 30 Agustus lalu, Amerika Serikat (AS) telah menarik pasukan militernya dari Afghanistan. Hal ini pun dirayakan oleh Taliban yang merasa telah menang lantaran berhasil mendorong keluar AS.
Terbaru, Sekreatris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres telah meminta para pemimpin dunia untuk membantu warga Afghanistan saat bencana kemanusiaan membayangi negara mereka yang terletak di Timur Tengah. Artinya bahwa PBB menilai sepeninggalnya militer AS, Afghanistan masih menghadapi krisis kemanusiaan.
"Saya mendesak semua negara anggota untuk menggali lebih dalam bagi rakyat Afghanistan di saat-saat paling membutuhkan mereka," tutur Guterres dalam sebuah pernyataan. "Saya mendesak mereka untuk menyediakan dana yang tepat waktu, fleksibel, dan komprehensif."
"Saya mendesak mereka untuk membantu memastikan pekerja kemanusiaan memiliki dana, akses, dan perlindungan hukum yang mereka butuhkan untuk tinggal dan memberikan," imbuhnya.
Guterres menerangkan bahwa ia mengeluarkan peringatan tersebut karena krisis kemanusiaan dan ekonomi yang semakin mendalam di Afghanistan, serta mengancam runtuhnya layanan dasar. Menurutnya, Afghanistan saat ini tengah menderita kekeringan parah dan dengan datangnya musim dingin nanti, makanan, tempat tinggal, dan persediaan kesehatan sangat dibutuhkan.
"Saya meminta semua pihak untuk memfasilitasi akses kemanusiaan yang aman dan tanpa hambatan untuk pasokan yang menyelamatkan jiwa dan menopang kehidupan, serta untuk semua pekerja kemanusiaan, baik pria maupun wanita," jelas Guterres.
Lebih lanjut, Guterres menyebut bahwa sebagian warga Afghanistan membutuhkan bantuan kemanusiaan, khususnya pasokan makanan, di mana mereka tidak tahu harus mencari ke mana lagi. Selain itu, ia memprediksi semua anak yang berusia di bawah 5 tahun akan kekurangan gizi akut dalam 12 bulan berikutnya.
"Orang-orang kehilangan akses ke barang dan jasa dasar setiap hari. Bencana kemanusiaan membayangi," pungkas Guterres. "Sekarang lebih dari sebelumnya, anak-anak Afghanistan, perempuan dan laki-laki membutuhkan dukungan dan solidaritas dari masyarakat internasional."
Sejak jatuhnya Afghanistan di tangan Taliban, PBB telah mengirimkan sejumlah bantuan pada pertengahan Agustus lalu. Adapun bantuan itu dikirimkan kepada 80 ribu orang dan keluarga terlantar.
(wk/tiar)