Sebelumnya, Korea Utara telah mengumumkan negaranya tidak akan berpartisipasi dalam kegiatan Olimpiade Tokyo untuk melindungi para atletnya dari pandemi COVID-19.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 09 September 2021 - 08:54 WIB
WowKeren - Komite Olimpiade Internasional pada hari Rabu (8/9) telah menangguhkan Korea Utara dari berpartisipasi dalam Olimpiade Beijing 2022. Langkah itu diambil usai negara yang dipimpin oleh Kim Jong Un itu melewatkan Olimpiade Musim Panas Tokyo.
Dalam sebuah pernyataan, IOC mengatakan pihaknya menangguhkan Komite Olimpiade Republik Demokratik Rakyat Korea hingga akhir 2022. Keputusan ini membuat Korea Utara kehilangan dukungan keuangan yang dialokasikan untuk negaranya.
Selama periode penangguhan tersebut, Korea Utara juga dilarang mengambil manfaat dari bantuan atau program IOC. Selain itu, setiap atlet Korea Utara yang ingin bersaing di Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing akan diminta untuk menyelesaikan proses kualifikasi.
Sebelumnya, Korea Utara telah mengumumkan negaranya tidak akan berpartisipasi dalam kegiatan Olimpiade bergengsi tersebut. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh alasan bahwa Korea Utara ingin melindungi para atletnya dari krisis kesehatan dunia yang diakibatkan oleh pandemi COVID-19.
IOC mencatat bahwa Korea Utara adalah satu-satunya Komite Olimpiade Nasional, atau NOC, yang tidak berpartisipasi dalam Olimpiade 2020. Ini melanggar Aturan 27.3 Piagam Olimpiade yang menyatakan sebagian bahwa "setiap NOC wajib berpartisipasi dalam Pertandingan Olimpiade dengan mengirimkan atlet mereka."
Komite mengatakan bahwa pihaknya telah mengadakan berbagai diskusi dengan Pyongyang. Mereka menawarkan proposal konstruktif untuk menemukan solusi yang tepat dan dibuat khusus untuk membujuk Korea Utara agar hadir, termasuk menyediakan vaksin. Namun sayangnya, negara itu tetap menolak. IOC juga mengatakan bahwa pihaknya berhak untuk mempertimbangkan jangka waktu penangguhan.
"Sepanjang proses, PRK NOC diberi kesempatan yang adil untuk didengar dan menerima peringatan yang sangat jelas tentang konsekuensi dari posisinya," kata IOC. "Dan fakta bahwa setiap pelanggaran Piagam Olimpiade pada akhirnya akan membawa PRK NOC ke tindakan dan sanksi yang diberikan dalam Piagam Olimpiade."
Korea Utara sebelumnya dilaporkan telah menolak 3 juta dosis vaksin dari Tiongkok. Dalam penolakannya, Korea Utara mengatakan vaksin seharusnya dikirim ke negara-negara yang sangat terkena dampak COVID-19.
(wk/zodi)