PM Haiti Copot Jaksa yang Tuduh Dirinya Dalangi Pembunuhan Presiden Jovenel Moise
AFP
Dunia

Perdana Menteri Haiti Ariel Henry segera mencopot Jaksa Kepala Ben-Ford Claude yang sudah menuduhnya mendalangi pembunuhan Presiden Jovenel Moise beberapa bulan lalu.

WowKeren - Pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise beberapa bulan lalu masih menyisakan misteri. Penyelidikan terus digelar untuk mencari tahu siapa aktor intelektual di balik aksi penembakan keji tersebut.

Belakangan nama Perdana Menteri Haiti Ariel Henry turut terseret. Bahkan Kepala Jaksa Port-au-Prince Bed-Ford Claude sampai mencekal Henry untuk bepergian ke luar negeri serta sedianya siap menyelidiki Henry sebagai terduga pelaku pembunuhan.

Namun belum sempat Claude melakukannya, Henry sudah terlebih dahulu menetapkan pencopotan sang jaksa dari jabatannya. "Dengan senang hati saya menginformasikan bahwa Anda dipecat dari posisi Anda," tegas Henry dalam sebuah surat terbuka kepada Claude, Selasa (14/9) waktu setempat.

Henry menilai Claude sudah melakukan kesalahan administrasi yang sangat besar sehingga layak untuk dicopot. Henry juga sudah menunjuk jaksa baru yang akan menggantikan Claude, yakni Frantz Louis Juste. Namun pencopotan ini pun dipertanyakan keabsahannya karena berdasarkan konstitusi Haiti, hanya presiden yang boleh memilih dan mencopot jaksa.


Pencopotan Claude ini pun membuat kebenaran di balik meninggalnya Presiden Moise semakin terselimuti kabut. Pasalnya hingga kini tersangka utama yang disebut mendalangi pembunuhan, mantan pejabat Kementerian Pertahanan Haiti Joseph Felix Badio dilaporkan sedang dalam pelarian.

Badio ini pula yang menjadi pemicu kecurigaan Claude akan keterlibatan Henry dalam pembunuhan Moise. Catatan telepon menunjukkan Henry pernah berbicara dengan Badio pada 7 Juli 2021, alias tepat pada hari penembakan Moise di kediamannya di Port-au-Prince.

Kendati demikian, Henry sudah berkali-kali pula menampik segala tudingan tersebut. Henry menegaskan bahwa otak sebenarnya di balik pembunuhan keji tersebut masih berkeliaran dan harus segera diadili.

"Saya ingin menyampaikan kepada semua orang yang belum paham. Bahwa kita sedang dalam taktik pengalihan, untuk menyebarkan kebingungan dan menghalangi penegakan keadilan," ujar Henry lewat Twitter-nya, Minggu (12/9).

"Pelaku sebenarnya, aktor intelektual, dan mereka yang memerintahkan pembunuhan keji Presiden Jovenel Moise akan segera diidentifikasi," imbuh Henry, dikutip dari UPI News pada Kamis (16/9). "Dibawa ke pengadilan dan dihukum atas kejahatan mereka."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts