Terungkap Alasan Sutradara 'Dune' Pilih Gurun Liwa di Abu Dhabi Jadi Lokasi Tepat untuk Syuting
Warner Bros.
Film

Gurun Liwa sendiri telah memiliki reputasi sebagai lokasi syuting yang mudah diakses. Tak ayal lokasi ini acap kali menjadi pertimbangan para sutradara film.

WowKeren - Komisi Film Abu Dhabi sangat bangga dengan Warner Bros. Pictures dan Legendary Pictures ketika studio memutuskan untuk melakukan syuting film yang dinanti-nanti, "Dune" di Gurun Liwa. Gurun ini merupakan area oasis besar di Wilayah Barat Emirat yang berfungsi ganda sebagai dunia gurun Arrakis, dan di masa lalu juga berfungsi sebagai lokasi untuk "Star Wars: The Force Awakens".

Sutradara "Dune" Denis Villeneuve melakukan syuting di gurun Liwa selama 11 hari dengan tim berbakat lokal dan internasional. Sebuah cuplikan promosi eksklusif di belakang layar menunjukkan sutradara Villeneuve memuji lokasi dan layanan Komisi Film Abu Dhabi.

Komisaris Film Abu Dhabi Hans Fraikin kepada Variety mengatakan bahwa Gurun Liwa sendiri telah memiliki reputasi sebagai lokasi syuting yang mudah diakses. Tak ayal lokasi ini acap kali menjadi pertimbangan para sutradara film. "Tetapi kesepakatan itu terjadi ketika Denis pertama kali melihat Liwa. Dia sungguh terpesona oleh kedalaman dan kekayaan keindahannya," ujarnya.


Fraikin juga menjelaskan daya tarik lain dari Gurun Liwa. Selain memiliki pemandangan alam yang luar biasa, gurun ini juga memiliki unsur budaya khas masyarakat setempat serta mudah dijangkau dari kota metropolitan seperti Abu Dhabi.

"Kami tentu merasa kombinasi pengaturan alam yang memesona dan aksesibilitas seperti itu adalah tawaran langka bagi pembuat film," katanya melanjutkan. "Ini adalah salah satu alasan mengapa begitu banyak sutradara top dunia datang ke sini, tidak hanya untuk gurun, tetapi juga pantai yang masih asli, pemandangan kota yang futuristik, kompleks industri, dan keajaiban arsitektur."

Ketika ditanya mengapa Liwa menjadi lokasi yang tepat untuk menggambarkan Arrakis, ia mengatakan bahwa Liwa sendiri memiliki lanskap yang sangat menakjubkan, yang mana itu menjadi lokasi sempurna di dunia nyata untuk merepresentasikan Arrakis.

"Liwa dikenal sebagai Empty Quarter karena ukurannya dan alamnya yang terpencil, dan para kru dapat menggunakan keragaman dan skala itu untuk menangkap gambar dari udara dan darat yang luas," jelasnya lagi. "Termasuk untuk latar belakang yang sempurna bagi aksi utama dan adegan dramatis."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts