Pembukaan Bangkok Ditunda ke 1 November Imbas Kurang Vaksin, Pemerintah Thailand Kena Omel Pengusaha
Flickr/volvob12b
Dunia
Efek Corona untuk Pariwisata

Thailand menunda kembali pembukaan Bangkok, Pattaya, dan beberapa daerah lain dari 1 Oktober ke 1 November 2021 lantaran mengalami kekurangan stok vaksin untuk warga lokal.

WowKeren - Thailand menjadi salah satu negara yang paling berambisi untuk segera membuka negaranya meski masih pandemi COVID-19. Usai sukses menyelenggarakan skema Phuket Sandbox, Thailand diketahui akan membuka lima daerah, yakni Bangkok, Chiang Mai, Pattaya, Hua Hin, dan Phetchaburi, pada 1 Oktober 2021 mendatang.

Namun rencana ini akhirnya ditunda ke 1 November, sesuai arahan dari Pusat Situasi Administrasi COVID-19 Thailand (CCSA). Usut punya usut, CCSA mendesak pengunduran jadwal pembukaan lima area tersebut karena kurangnya stok vaksin untuk menjamin keamanan para penduduk lokal.

Untuk Pattaya, Hua Hin, dan Chiang Mai, ini merupakan penundaan ketiga kalinya dari jadwal awal pada pertengahan September. Pengunduran ini pun seketika menuai kritikan keras dari banyak pihak, termasuk para pengusaha.

Seperti pemegang saham terbesar Thai AirAsia, Tassapon Bijleveld, menyebut pengunduran jadwal pembukaan ini membuat citra pariwisata Thailand rusak. Pasalnya orang-orang tentu sudah bersiap-siap untuk kembali berwisata sesuai jadwal dan syarat yang berlaku, namun akhirnya malah ditunda.

"Maskapai sudah mulai berinvestasi untuk pelayanan dan merekrut staf untuk persiapan kedatangan turis," tutur Tassapon. "Dibutuhkan biaya yang sangat besar untuk memulai kembali sebuah bisnis, apalagi di tengah krisis seperti sekarang."


Tassapon menyayangkan pemerintah yang seperti kurang persiapan dan tidak memperhitungkan dengan baik kurva infeksi di Thailand. Termasuk memastikan penduduk setempat sudah siap dengan pembukaan bisnis wisata, seperti mendapat jatah vaksin COVID-19 yang memadai atau rencana manajemen risiko lainnya.

Thanet Supornsahasrungsi selaku Pelaksana Tugas Presiden Dewan Pariwisata Chon Buri menyebut Pattaya sudah bekerja keras dalam 3-4 bulan ke belakang untuk memenuhi semua persyaratan pembukaan dari pemerintah. Satu-satunya yang menjadi kewajiban pemerintah adalah menyediakan vaksinasi dengan baik, yang sayangnya kini malah menjadi masalah.

Thanet menilai citra pariwisata Thailand sudah tercoreng karena pengunduran ke sekian kalinya ini, sebab beberapa agen wisata lokal sudah bekerja sama dengan pihak-pihak internasional. "Mereka tidak akan lagi mendengarkan kita," kata Thanet, dikutip dari Bangkok Post, Jumat (24/9).

"Mereka pasti akan menunggu keputusan resmi pemerintah, kemungkinan pada awal November, dan saat itu sudah terlalu terlambat untuk menggaet wisatawan asing," sambungnya. "Belum lagi masa promosi yang pasti memakan waktu."

Namun Gubernur Otoritas Pariwisata Thailand Yuthasak Supasorn berdalih pengunduran dari CCSA ini agar turis yang datang nanti tidak perlu menjalani periode karantina yang lama. Namun wisatawan nanti tetap diminta menjalani tes RT-PCR sampai tiga kali untuk memastikan mereka aman dari paparan virus Corona.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts