Di Inggris, pemasok energi dalam skala yang lebih kecil telah runtuh. Prancis juga mencatat pengecer listrik tengah berjuang untuk memasok klien dan juga berisiko bangkrut.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 29 September 2021 - 08:51 WIB
WowKeren - Krisis energi yang terjadi di Eropa masih belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Pasar energi Eropa yang terdiri dari gas alam hingga karbon mencatat lonjakan harga hingga menyentuh rekor. Kondisi ini memicu kekhawatiran pasokan akan semakin berkurang dan kondisi kian memburuk ketika memasuki musim dingin.
Di Norwegia misalkan. Persediaan segala sesuatunya mulai dari gas, batu bara, hingga air untuk produksi listrik semakin menipis. Meski sempat ada tanda-tanda situasi membaik namun permintaan terus meningkat. Analis BloombergNEF dalam laporan yang diterbitkan pada Selasa (28/9) mengatakan jika kondisi ini terus berlanjut maka harga akan semakin mencekik.
"Keseimbangan pasokan-permintaan Eropa akan tetap sangat ketat menjelang musim dingin, menambah tekanan harga lebih lanjut ke pasar yang sudah mencapai rekor tertinggi," ujarnya seperti melansir Al Jazeera.
Sementara itu di Inggris, pemasok energi dalam skala yang lebih kecil telah runtuh. Prancis juga mencatat pengecer listrik tengah berjuang untuk memasok klien dan juga berisiko bangkrut. Sementara itu, para penambang Eropa telah memperingatkan bahwa harga yang belum pernah terjadi sebelumnya dapat mengganggu peralihan mereka dari bahan bakar fosil.
Lalu, listrik di Jerman untuk tahun depan juga naik ke level tertinggi baru. Minyak mentah Brent, patokan internasional, naik di atas 80 dolar per barel untuk pertama kalinya sejak Oktober 2018. Belum selesai, harga batu bara Eropa barat laut berada pada level tertinggi sejak krisis keuangan 2008.
Peringatan terbaru bahwa krisis listrik menyebar ke seluruh Eropa datang dari operator jaringan Norwegia Statnett SF. Operator tersebut mengatakan pasokan listrik di barat daya negara itu "tertekan" karena arus masuk yang rendah dan persediaan yang turun.
Kekurangan yang dialami negara ini dapat menghambat ekspor ke pasar lain. Pasalnya, Norwegia telah menjadi pusat pengiriman listrik ke luar negeri. Inggris, yang berjibaku dengan krisis pasokan, ditambah Jerman dan Denmark semuanya terhubung ke jaringan Norwegia melalui kabel panjang di dasar laut.
(wk/zodi)