Warganet yang melihat postingan itu dengan cepat berkomentar di media sosial Thailand bahwa gambar itu tampak palsu. Pasalnya, riak air tak tampak tak natural dan tanpa bayangan.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 30 September 2021 - 09:03 WIB
WowKeren - Kementerian Pendidikan Thailand mengeluarkan permohonan maaf secara resmi usai menyebarkan informasi yang tidak sesuai fakta. Setelah mempublikasikan foto editan Wakil Menteri Pendidikan yang sedang mengarungi banjir di laman Facebook, mereka mengakui bahwa informasi itu tidak benar adanya.
Foto yang diunggah tersebut memperlihatkan Wakil Menteri Pendidikan berdiri di tengah area yang terendam banjir hingga setinggi lutut. Keterangan yang tertulis menyebutkan bahwa dia mengunjungi daerah-daerah yang terkena banjir akibat badai tropis Dianmu untuk melihat kondisi para siswa dan pejabat sekolah di sana.
Namun, warganet yang melihat postingan itu dengan cepat berkomentar di media sosial Thailand bahwa gambar itu tampak palsu. Pasalnya, riak air tak tampak terpengaruh secara alami oleh kehadirannya di sana. Bahkan, bayangannya pun tidak ada.
Warganet juga menyoroti keanehan-keanehan lainnya. Foto itu tampaknya dibuat dengan cara menempelkan foto sosok wakil menteri ke foto banjir lainnya yang tidak diketahui dari mana asalnya. Hingga kemudian seorang pengguna memposting bahwa foto itu sebenarnya adalah foto yang diambilnya pada tahun 2020 di daerah banjir dan memposting foto asli sebagai bukti.
Mendapati fotonya ramai jadi bulan-bulanan warganet, Kementerian Pendidikan dengan cepat menghapus foto yang diedit tersebut dan kemudian memposting di Facebook bahwa Wakil Menteri dan Kementerian tidak terlibat dalam pembuatan foto yang dimanipulasi. Mereka mengatakan bahwa administrasi hubungan masyarakat lah yang menangani penyediaan foto untuk siaran pers.
Tidak ada individu yang disebutkan namanya secara publik untuk foto tersebut, juga tidak ada tindakan atau hukuman sebagai akibat dari insiden tersebut. Lebih jauh, pihak kementerian juga meminta saran dan masukan dari masyarakat untuk perbaikan ke depan.
"Administrator halaman Facebook resmi kementerian pendidikan ingin meminta maaf atas insiden tersebut," kata mereka. "Dan akan menerima semua saran dan komentar untuk meningkatkan tugas dan operasi kami."
Sementara itu, banjir di seluruh Thailand telah mendatangkan malapetaka di 30 provinsi. Tak hanya menyebabkan lebih dari 70.000 rumah rusak, banjir juga mengakibatkan 6 korban meninggal dan 2 lainnya hilang.
(wk/zodi)