Eks Menlu Jepang, telah memenangkan pemilihan Ketua LDP, maka dapat dipastikan pada 4 Oktober mendatang, Fumio Kishida akan menjadi PM yang baru menggantikan Yoshihide Suga.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Kamis, 30 September 2021 - 12:33 WIB
WowKeren - Pada Rabu (29/9) kemarin, mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang, Fumio Kishida telah memenangkan pemilihan Ketua Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa. Dengan begitu, Kishida akan menggantikan posisi Yoshihide Suga sebagai Perdana Menteri (PM) Jepang yang baru.
Dengan terpilihnya Kishida sebagai PM Jepang yang baru nanti, harapan untuk bisa membuka jalan pembicaraan dengan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un pun tumbuh. Selain itu, Kishida juga diharapkan bisa membawa Jepang berkontribusi pada stabilitas di Asia Timur.
"Ketika pandemi cirus Corona (COVID-19) baru telah mencekik perdagangan Korut dengan sekutu ekonomi utamanya Tiongkok, dan bencana alam yang telah menghancurkan sektor pertanian, Kim dapat mencoba lebih dekat ke Jepang untuk menerima bantuan untuk membangun kembali ekonomi yang lesu," terang para analis dilansir dari Kyodo News.
Sebelumnya, pada masa jabatan Shinzo Abe dan Suga telah gagal untuk menyelesaikan masalah lama penculikan warga negara Jepang oleh Korut pada 1970-an dan 1980-an. "Kishida mungkin memahami petunjuk tentang bagaimana bernegosiasi tentang hal itu dengan Kim," imbuhnya.
Lebih lanjut, para analis juga menyampaikan bahwa ada harapan besar terhadap Kishida untuk segera bisa menyelesaikan dan meredakan ketegangan yang terjadi antara Jepang dengan Pyongyang. Dengan begitu, meletakkan dasar bagi dimulainya kembali pembicaraan dengan Kim dengan para pemimpin Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS) selaku sekutu keamanan Jepang.
"Pemilihan Kishida yang akan datang sebagai PM Jepang di parlemen mewakili kontinuitas dan perubahan semenanjung Korea," ungkap Stephen Nagy seorang Profesor senior di International Christian University di Tokyo. "Kepemimpinan Jepang tampaknya memiliki konsensus bahwa bertemu Kim Jong Un dan berbicara dengan Korut dapat memperoleh beberapa manfaat pada masalah penculikan yang sensitif."
"Tetapi juga dalam memastikan bahwa Jepang tidak terkunci dari evolusi Korut dan politik semenanjung pada umumnya," imbuh Nagy. Ia menggemakan pandangannya itu dengan menyebut bahwa Korut saat ini tengah menghadapi penurunan ekonomi yang sangat parah dan ingin mendapatkan bantuan ekonomi dari negara lain. "Sementara Jepang ingin menyelesaikan masalah penculikan," tandasnya.
Menurut Nagy, jika Jepang dan Korut berpikir mereka dapat membuat kesepakatan yang saling menguntungkan, maka Kishida akan mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan Kim di masa depan.
(wk/tiar)