Istri Novel Baswedan mengaku tetap bangga meski sang suami resmi diberhentikan dari KPK. Pasalnya Novel dipecat karena tak lolos TWK yang menurutnya sengaja untuk menyingkirkan pegawai KPK.
- Elvariza Opita
- Kamis, 30 September 2021 - 18:42 WIB
WowKeren - Pemberhentian dengan hormat puluhan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) pada Kamis (30/9) hari ini diikuti dengan agenda mengharukan. Tampak para pegawai yang belakangan ditawari menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Polri tersebut dilepas oleh para pegawai aktif dengan saling melambaikan tangan.
Salah satu di antara rombongan yang meninggalkan KPK tersebut adalah Novel Baswedan yang juga didampingi sang istri, Rina Emilda. Dan kepada awak media, Rina mengaku tetap bangga meski sang suami kini telah resmi diberhentikan dari KPK. Sebab Novel tidak dipecat akibat melanggar kode etik, pertanda bahwa kinerja sang suami selama ini sudah memuaskan dan sesuai tupoksi KPK.
"Saya menjemput dengan bangga, karena tidak ada kode etik yang dilanggar," kata Rina di Gedung KPK lama, Jakarta Selatan, Kamis (30/9). Senada dengan sang suami, Rina juga merasa TWK yang menjadi alasan mereka dipecat pun sejatinya hanya akal-akalan demi menyingkirkan pegawai yang gencar memberantas korupsi.
"TWK yang sudah jelas dilanggar dan ada kesengajaan untuk menyingkirkan suami saya," tegas Rina. Pendapat seperti ini memang kerap disuarakan, termasuk yang terbaru dari kubu Novel pasca Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengungkap kesiapan untuk merekrut mereka menjadi ASN Polri.
Rina pun ikut menegaskan, pemberhentian Novel tak membuat dukungannya agar sang suami terus memberantas korupsi berhenti. "Dan saya akan terus mendukung perjuangan (Novel) di luar Gedung KPK ini," ujar Rina menegaskan.
Novel Baswedan dan rekan-rekannya yang diberhentikan dengan hormat resmi meninggalkan kantor pada Kamis siang. Mereka tampak keluar dari Gedung KPK sambil mengenakan pita putih yang diikat di lengan.
Mereka juga secara simbolik melakukan aksi membuang kartu anggota kepegawaian KPK. Kemudian mereka melakukan longmarch sejauh sekitar satu kilometer dari Gedung Merah Putih ke Gedung Lama KPK, atau yang kini dialihfungsikan sebagai Gedung Pendidikan Antikorupsi.
Tampak kehadiran beberapa komisioner KPK sebelumnya dalam aksi tersebut, seperti Bambang Widjojanto, Busyro Muqqodas, hingga Saut Situmorang. Suasana haru tak terelakkan dalam agenda perpisahan tadi siang, yang menurut mantan pegawai KPK, Giri Suprapdiono] merupakan hari G30S/TWK.
(wk/elva)