Facebook Sebenarnya Tahu Instagram Bisa Bahayakan Remaja, Regulator AS Murka
Dunia

Dalam artikelnya, WSJ menyebut bahwa Facebook mengetahui platform Instagram miliknya yang memungkinkan pengguna berbagi foto, menyebabkan beberapa remaja merasa buruk.

WowKeren - Anggota parlemen Amerika Serikat telah melayangkan kritik terhadap raksasa media sosial Facebook terkait rencana perusahaan untuk melindungi anak-anak yang menggunakan platform media sosialnya. Hal itu terjadi setelah penyelidikan internal yang bocor menunjukkan jika Facebook sebetulnya menyadari aplikasi Instagram-nya bisa membahayakan kesehatan mental remaja.

Kritik itu disampaikan dalam sidang subkomite perlindungan konsumen Senat pada hari Kamis (30/9). Sebelumnya, surat kabar Wall Street Journal (WSJ) menerbitkan artikel mengenai hal tersebut.

Dalam artikelnya, WSJ menyebut bahwa Facebook mengetahui platform Instagram miliknya yang memungkinkan pengguna berbagi foto, menyebabkan beberapa remaja, khususnya perempuan, merasa buruk tentang citra diri mereka. Sementara itu, belum lama ini juga dilaporkan bahwa Facebook telah menghentikan rencana untuk mengembangkan Instagram Kids. Alasannya, perusahaan mengatakan ingin "lebih banyak waktu untuk bekerja dengan orang tua, pakar, pembuat kebijakan, dan regulator untuk mendengarkan kekhawatiran mereka".

Tentu saja, artikel WSJ itu mendapat penolakan dari pihak Facebook. Antigone Davis selaku Kepala Keamanan Global Facebook membantah cara surat kabar menggambarkan apa yang ditunjukkan oleh penelitian itu. Ia menegaskan bahwa perusahaan sedang berupaya untuk merilis studi internal tambahan. Davis mengatakan bahwa Facebook sangat peduli dengan keselamatan orang-orang yang menggunakan platform media sosialnya.


"Kami menangani masalah ini dengan sangat serius," tegasnya. "Kami telah menerapkan berbagai perlindungan untuk menciptakan pengalaman yang aman dan sesuai usia bagi orang-orang berusia antara 13 dan 17 tahun."

Namun, Senator Demokrat Richard Blumenthal meragukannya. Temuan itu merupakan bom waktu yang sengaja disembunyikan oleh Facebook.

"Ini adalah bukti yang kuat, mencekam, dan memukau bahwa Facebook mengetahui efek berbahaya dari situsnya pada anak-anak," tegasnya. "Dan bahwa Facebook telah menyembunyikan fakta dan temuan itu."

Al Jazeera melaporkan jika sidang tersebut tidak menutup kemungkinan akan mengarah pada munculnya peraturan baru. Tak hanya untuk Instagram dan Facebook, namun juga media sosial lainnya tentang bagaimana memasarkan produk kepada anak-anak.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait