Jejak karbon orang kaya meningkat oleh konsumsi dan pola perjalanan. Hanya 1 persen populasi dunia saja menyumbang 50 persen emisi gas rumah kaca dari perjalanan udara.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 01 Oktober 2021 - 12:26 WIB
WowKeren - Masalah yang ditimbulkan oleh emisi gas rumah kaca global masih menjadi persoalan. Sejumlah penelitian mengonfirmasi bahwa orang kaya memiliki jejak karbon yang lebih besar dibanding tetangga mereka.
Tak hanya itu, menurut penelitian baru yang diterbitkan Kamis (30/9) di jurnal Nature Energy, mereka juga memiliki kemampuan yang lebih besar untuk melakukan perubahan. Untuk studi baru, para ilmuwan mengidentifikasi lima cara di mana orang kaya dan terhubung dengan baik secara tidak proporsional berdampak pada emisi gas rumah kaca global.
Orang-orang yang memiliki status sosial ekonomi yang lebih tinggi memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk tren pemanasan dan dianggap memiliki potensi yang lebih besar untuk mempercepat kemajuan. Berangkat dari hal ini, penulis studi baru tersebut bersikeras bahwa campur tangan pemerintah sangat diperlukan untuk menghadirkan perubahan.
Caranya, pemerintah dan pembuat kebijakan diharapkan bisa menemukan jalan untuk memotivasi perubahan perilaku di antara eselon atas masyarakat. Untuk mengidentifikasi mereka yang memiliki status sosial ekonomi tinggi, para peneliti rupanya tidak hanya melihat dari gaji yang diterima.
Ada beberapa faktor lain yang menjadi indikator, yakni pekerjaan seseorang, status sosial dan jaringan sosial. "Orang dengan status sosial ekonomi tinggi bukan hanya mereka yang memiliki lebih banyak uang, tetapi mereka yang memiliki jaringan sosial yang lebih kuat," kata penulis pertama Kristian Nielsen dalam siaran pers.
Orang yang memiliki banyak jaringan koneksi bisa memanfaatkan kelebihan ini untuk menyebarkan pengaruh yang bisa berdampak pada perbaikan iklim. Nielson, yang juga merupakan psikolog dan peneliti postdoctoral di University of Cambridge mendorong agar hal ini bisa terwujud.
"Koneksi mereka dapat memungkinkan mereka untuk mempengaruhi perilaku dan kebijakan untuk membantu mengurangi perubahan iklim," ujarnya. "Dan kita perlu menemukan cara untuk mendorong mereka melakukan ini."
Jejak karbon orang-orang kaya terutama meningkat oleh konsumsi dan pola perjalanan mereka. Penelitian terbaru menunjukkan hanya 1 persen dari populasi dunia menyumbang 50 persen dari emisi gas rumah kaca dari perjalanan udara.
(wk/zodi)