Korea Utara Luncurkan Lagi Rudal Dalam 2 Minggu Terakhir, Uji Coba Senjata Keempat
Dunia

Seakan-akan tidak ada bosannya, Korut kembali meluncurkan rudal. Peluncuran kali ini menandai uji coba senjata rahasia negara keempat dalam dua minggu terakhir.

WowKeren - Pada Kamis (29/9) kemarin, Korea Utara (Korut) mengumumkan keberhasilannya atas pelucuran rudal Hipersonik baru. Kini, Korut telah kembali meluncurkan rudal antipesawat baru yang disebut mampu mengenai sasaran pada jarak lebih jauh.

Kabar mengenai peluncuran rudal antipesawat Korut itu dilaporkan oleh media pemerintah pada Jumat (1/10). Peluncuran rudal ini menandai uji coba senjata keempat rahasia negara dalam dua minggu terakhir.

Menurut sebuah laporan di Kantor Berita Pusat Korea yang dikelola pemerintah, adapun uji coba senjata keempat itu dilakukan oleh Akademi Ilmu Pertahanan Korut pada Kamis lalu yang juga mengkonfirmasi kinerja rudal serta pengoperasian peluncur, radar, dan kendaraan komando.

Perkembangan baru mengenai senjata rahasia negara itu termasuk "teknologi kontrol kemudi kembar" dan "mesin penerbangan impuls ganda" telah diverifikasi. Menurut laporan tersebut, juga membawa "peningkatan substansial dalam respons cepat dan akurasi panduan sistem kontrol rudal serta jarak tempuh menjatuhkan target udara."


"Uji coba komprehensif akan sangat penting secara praktis dalam penelitian prospektif dan pengembangan berbagai sistem rudal antipesawat," bunyi pernyataan Akademi Ilmu Pertahanan dalam laporan KCNA.

Melansir UPI, Jong Chon yang merupakan seorang anggota politbiro Partai Buruh yang berkuasa, hadir untuk mengawasi peluncuran tersebut. KCNA melaporkan bahwa pemimpin Korut Kim Jong Un rupanya tidak hadir dalam peluncuran rudal antipesawat itu.

Adapun peluncuran rudal antipesawat itu merupakan yang terbaru dari serangkaian uji coba senjata di Pyongyang, termasuk penembakan rudal hipersonik baru pada 28 September, dan rudal jelajah jarak jauh pada pertengahan September lalu. Adapun dua peluncuran rudal itu dilakukan di tengah pembicaraan yang terhenti dengan Amerika Serikat (AS).

Sementara itu, Kim telah bersedia untuk kembali membuka komunikasi dengan Korea Selatan (Korsel). Akan tetapi, ia masih enggan dan menolak keras untuk membuka komunikasi dengan AS.

Kim mengutuk "kebijakan bermusuhan" Washington dan menyebut upaya penjangkauan diplomatiknya itu sebagai "trik kecil" saat berpidato pada Rabu (28/9) lalu. Sementara pihak AS sendiri telah menawarkan untuk bertemu dengan Korut tanpa prasyarat apapun.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait