PBB Kembangkan Alat Baru Prediksi Banjir, Bisa Diakses Gratis!
pixabay.com/Ilustrasi/Hans
Dunia

PBB menyebut bahwa perubahan iklim yang saat ini tengah menjadi sorotan para pemimpin global juga turut andil dalam menyebabkan banjir yang lebih intens di sejumlah wilayah.

WowKeren - Banjir telah banyak dilaporkan terjadi di sejumlah belahan dunia. Bahkan tak jarang, banjir yang terjadi tak hanya menyebabkan kerugian materi namun juga memakan korban jiwa.

Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengumumkan pada hari Jumat (1/9) bahwa mereka telah mengembangkan alat baru (tool) yang menghasilkan peta resolusi tingkat jalan banjir yang instan dan akurat di seluruh dunia sejak 1985. Alat yang bertajuk World Flood Mapping Tool bisa diakses secara online.

Alat ini dirancang untuk membantu negara-negara di dunia terutama di belahan bumi bagian selatan untuk bersiap dan melindungi diri dari bencana banjir. Di wilayah ini, disebutkan jika peta risiko banjir masih jarang dan pada umumnya sudah ketinggalan zaman.

Vladimir Smakhtin, direktur Institut Air, Lingkungan Universitas PBB dan Kesehatan, mengatakan jika banjir yang terjadi selama sepuluh tahun belakangan telah berdampak pada banyak orang di dunia. Total kerusakan yang ditimbulkan bahkan mencapai 500 miliar dolar AS.


"Banjir dalam dekade terakhir telah berdampak pada kehidupan lebih dari setengah miliar orang," ujarnya dalam siaran pers. "Terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, dan mengakibatkan kerusakan hampir 500 miliar dolar AS."

Terlebih lagi, ia menyebut bahwa perubahan iklim yang saat ini juga menjadi sorotan para pemimpin global juga turut andil dalam menyebabkan banjir yang lebih intens. Untuk itu, PBB berharap alat tersebut mampu membantu negara-negara berkembang.

"Kita perlu bersiap sekarang untuk banjir yang lebih intens dan lebih sering karena perubahan iklim," ujarnya menambahkan. "Dan berharap alat ini akan membantu negara-negara berkembang khususnya untuk melihat dan mengurangi risiko dengan lebih jelas."

Menurut U.N. University, badan akademik dan penelitian Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berbasis di Tokyo, diperkirakan 1,5 miliar orang di seluruh dunia, hampir seperlima dari populasi dunia, hidup dalam risiko terdampak banjir yang hebat. Hamid Mehmood, seorang spesialis di Institut Air, Lingkungan dan Kesehatan yang memimpin pengembangan alat tersebut mengatakan bahwa mayoritas pusat prakiraan di negara-negara rawan banjir tidak memiliki kemampuan untuk menjalankan model yang kompleks.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait