Kim Jong Un Desak Para Pejabat Korut Untuk Atasi 'Situasi Suram', Ada Apa?
Korean Central News Agency
Dunia

Media resmi pemerintah Korea Utara, KCNA, melaporkan isi pidato Kim Jong Un pada Minggu (10/10) yang menandai peringatan 76 tahun berdirinya Partai Buruh.

WowKeren - Korea Utara mengatakan bahwa pemimpin tertinggi mereka, Kim Jong Un, telah mendesak para pejabat untuk mengatasi "situasi suram" yang dihadapi negara itu. Kim Jong Un juga mendesak pejabat untuk melakukan upaya yang lebih kuat dalam memperbaiki kondisi pangan dan kehidupan rakyatnya.

Media resmi pemerintah Korut, KCNA, melaporkan isi pidato Kim Jong Un pada Minggu (10/10) yang menandai peringatan 76 tahun berdirinya Partai Buruh. Dalam pidatonya, Kim Jong Un mengatakan bahwa partainya bertekad untuk mencapai tujuan ekonomi yang ditetapkan selama kongres partai pada bulan Januari, kala ia mengakui rencana ekonomi sebelumnya tidak berhasil dan mengeluarkan rencana pembangunan baru untuk lima tahun ke depan.

Selain itu, Kim Jong Un juga mengkonfirmasi tekad partai untuk melaksanakan rencana lima tahun demi meningkatkan "ekonomi nasional dan memecahkan masalah makanan, pakaian, dan perumahan rakyat" secara efisien. Kim Jong Un disebut telah menganalisis "kesulitan yang belum pernah terjadi sebelumnya" yang dihadapi Korut. Ia juga menyerukan persatuan satu pihak dalam mengembangkan ekonomi negara dalam menghadapi "situasi suram".


Sementara itu, analis menilai Kim Jong Un kemungkinan tengah menghadapi momen terberat dalam masa kekuasaannya. Ia gagal memenangkan keringanan sanksi yang sangat dibutuhkan dalam pertemuan puncaknya dengan Presiden Donald Trump pada 2018 dan 2019.

Kemudian pandemi virus corona (COVID-19) melanda dunia dan menyebabkan Korea Utara menutup perbatasannya. Hal ini menyebabkan kejutan ekonomi lebih lanjut setelah terjadinya salah urus dan sanksi atas program senjata nuklir Kim Jong Un selama beberapa dekade .

Sebelumnya, WHO mengatakan bahwa pasokan medis COVID-19 telah tiba di pelabuhan Korut. Hal ini menjadi indikasi bahwa Korut telah melonggarkan salah satu penutupan perbatasan pandemi paling ketat di dunia untuk menerima bantuan dari luar.

Di sisi lain, Korut juga telah memulihkan jalur komunikasi dengan Korea Selatan dalam beberapa pekan terakhir. Pihak Korut bahkan mengatakan pihaknya dapat mengambil langkah lebih lanjut untuk meningkatkan hubungan bilateral jika Seoul meninggalkan "sikap kesepakatan ganda" dan "sudut pandang bermusuhan".

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait