12 Orang Penyandang Disabilitas Ikut Misi Penerbangan Tanpa Gravitasi untuk Proyek Luar Angkasa
Dunia

Adapun terobosan ini dilakukan usai penerbangan luar angkasa orbital swasta pertama sukses, yakni Inspiration 4, yang kembali ke Bumi pada 20 September dengan kapsul SpaceX.

WowKeren - Sebanyak 12 orang penyandang disabilitas berencana untuk merasakan pengalaman berada dalam penerbangan pesawat tanpa gravitasi hari Minggu (10/10) dari California. Aktivitas ini dilakukan sebagai bagian dari misi untuk memajukan aksesibilitas eksplorasi ruang angkasa.

"Petualangan" ini diselenggarakan oleh AstroAccess, nirlaba yang berbasis di California, dan diharapkan akan mencoba untuk mengeksplorasi bagaimana para penyandang disabilitas mengalami gaya berat mikro. Ini merupakan upaya terbaru untuk memperluas akses ke luar angkasa.

Adapun terobosan ini dilakukan usai penerbangan luar angkasa orbital swasta pertama yang sukses, yakni Inspiration 4, yang kembali ke Bumi pada 20 September dengan kapsul SpaceX. AstroAccess memilih 12 anggota kru, yang disebut duta, melalui proses yang kompetitif.

Mereka akan terbang dari Long Beach, California, dengan pesawat jet milik Zero Gravity Corp, yang melatih para astronot dan calon peserta penerbangan luar angkasa lainnya. Para duta dilatih untuk melakukan serangkaian penerbangan melengkung yang menghasilkan 30 detik tanpa bobot di puncak.


AstroAccess mengatakan penerbangan ini adalah yang pertama dari jenisnya. Penerbangan ini juga akan "menunjukkan kemampuan anggota awak dengan disabilitas untuk bekerja secara efektif di lingkungan gaya berat mikro dan menyelidiki perubahan kecil yang dapat dilakukan untuk memastikan kapal ruang angkasa dapat diakses dengan desain."

Selain aksesibilitas fisik, anggota kelompok akan mengeksplorasi komunikasi keselamatan bagi orang tuna netra atau tuna rungu. AstroAccess merencanakan lebih banyak penerbangan tanpa bobot, misi suborbital, dan penerbangan luar angkasa orbital.

Salah satu duta besar adalah Sawyer Rosenstein, seorang jurnalis siaran Florida Selatan yang menderita kelumpuhan kaki pada usia 12 tahun ketika dia dipukul oleh seorang pengganggu di sekolah. Ia juga bekerja sebagai jurnalis televisi yang meliput peluncuran luar angkasa.

"Saya pikir itu mungkin salah satu dari beberapa kali dalam hidup saya bahwa saya tidak bisa berkata-kata," kata Sawyer. "Ini adalah sesuatu yang selalu saya impikan untuk dilakukan, penerbangan tanpa gravitasi."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait