Menjalani cobaan berat di usia muda, Enzy Storia pernah merasa kehilangan semangat untuk melanjutkan hidup. Sempat ingin meninggal saja, apa yang membuatnya berubah pikiran?
- Intan Maharani
- Selasa, 19 Oktober 2021 - 16:55 WIB
WowKeren - Enzy Storia mempunyai masa kecil yang cukup berat di mana ia harus menyaksikan perceraian orangtuanya, ditinggal pergi ayah dan dibully karena penampilannya yang berbeda. Kepada Daniel Mananta dalam segmen "Daniel Tetangga Kamu", aktris kelahiran 1992 tahun itu menceritakan bahwa dirinya sempat kehilangan semangat hidup di usia yang masih sangat muda.
"Omongan tuh jahat-jahat banget. Dan kondisinya mungkin ya tadi itu ya. Mamaku ada mental issue sendiri menurut aku. Dengan kegagalan-kegagalannya dia, dengan hidupnya dia yang harus dia laluin. Berat banget ngehidupin anak sendirian. Jadi mama nggak bisa ngasih support system yang kuat juga buat aku. Karena dia harus nyelametin dirinya juga kan. Aku yang sekarang sih berpikir seperti itu ya," kata Enzy dalam video di kanal YouTube Daniel Mananta yang tayang pada Senin (18/10).
Lalu Enzy menceritakan dulunya ia benar-benar stres dengan keadaan rumah di mana ibunya masih terluka karena perceraian. Belum lagi, di luar sana Enzy pernah menjadi korban perundunga karena penampilannya yang berbeda dan sangat "bule" namun hanya tinggal di rumah petakan dan ke sekolah naik angkot.
"Tapi aku yang dulu sih bener-bener stres banget. Kenapa udah nggak ada ayah, kok sosok mama juga nggak aku dapetin gitu? Terus ya udah aku mikir kehidupan aku harus berubah setelah aku lulus SMA," lanjut Enzy.
"Terus aku juga ngerasa beruntung punya adek aku. Jadi adek aku kaya penyelamat hidup aku gitu loh aku ngerasanya. Dengan adanya dia aku jadi punya hope gitu loh kak. Karena aku tadinya pas nggak ada dia aku kayak udah, 'Mati aja ya, ngapain ada di dunia?'" papar Enzy.
Karena mengalami kehidupan yang begitu berat di usia muda, Enzy tak kuat hingga sempat tak ingin melanjutkan hidupnya. Padahal kala itu ia masih berusia anak-anak dan sudah tidak kuat menjalani hidup setelah cobaan bertubi-tubi.
"Bayangin, aku umur sembilan tahun bisa mikir 'Kayaknya aku mati aja deh, Tuhan. Kenapa aku dilahirin kalau kayak gini keadaannya?' Itu umur sembilan tahun udah mikir kayak gitu tuh menurut aku aneh aja," tambahnya.
Setelah mempunyai adik dan melihat keadaannya nyaris meninggal setelah dilahirkan harus diinkubator selama sebulan, Enzy merasa punya harapan untuk hidup lagi. "Adik aku itu jadi hope buat aku. Bahkan sampai sekarang," pungkasnya.
(wk/inta)