Putri Mako telah resmi menikah dengan kekasihnya yang merupakan rakyat biasa pada Selasa (26/10). Setelah menikah, Putri Mako memutuskan untuk meninggalkan lingkungan kekaisaran.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Rabu, 27 Oktober 2021 - 15:05 WIB
WowKeren - Pernikahan Putri Mako dengan kekasihnya yang merupakan rakyat biasa yakni Kei Komuro telah diselenggarakan pada Selasa (26/10). Pernikahan Putri Mako ini dilaksanakan ditengah kontroversi dan penolakan rakyat Jepang.
Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, setelah menikah, Putri Mako akan meninggalkan lingkungan kerajaan dan menetap di Amerika Serikat (AS) bersama suaminya. Pernikahan kontroversial Putri Mako ini, turut menyoroti perjuangan yang dimiliki oleh anggota keluarga kerajaan dalam menyeimbangkan kehidupan publik dan pribadi mereka. Bahkan beberapa pakar menyebutnya sebagai "tanda peringatan" untuk mempertahankan monarki dalam demokrasi modern.
Melansir Kyodo News, pernikahan Putri Mako selaku keponakan dari Kaisar Naruhito itu dilakukan dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya yakni dengan melewatkan ritual tradisional, serta menolak hadiah senilai 150 juta yen atau setara Rp19,4 miliar dari pemerintah. Hal ini diduga untuk meminimalisir kegelisahan publik atas laporan media mengenai perselisihan keuangan yang melibatkan Ibu Komuro.
Setelah menikahi sang kekasih, Putri Mako menanggalkan gelar kekaisarannya dan kini menjadi Mako Komuro di bawah daftar keluarga saat Badan Rumah Tangga Kekaisaran menyerahkan dokumen hukum untuk mendaftarkan pernikahan pasangan itu atas nama mereka pada Selasa (26/10).
Sementara itu, seorang profesor sejarah Jepang modern di Universitas Negeri Portland, Kenneth Ruoff mengatakan bahwa pernikahan Putri Mako adalah tanda peringatan yang menunjukkan bahwa sistem kekaisaran Jepang dapat menghadapi krisis di masa depan. Selain itu, hal ini juga menyebabkan jumlah anggota keluarga kekaisaran berkurang.
"Meskipun jumlah anggota keluarga kekaisaran berkurang, pernikahan Putri Mako menunjukkan fakta bahwa anggota keluarga kerajaan lainnya, termasuk pewaris tahta laki-laki dapat mengejar kehidupan berdasarkan pilihan pribadi mereka dan meninggalkan rumah tangga di masa depan," terang Ruoff dilansir dari Kyodo News.
Dengan perginya Putri Mako dari lingkungan kekaisaran, maka kini hanya ada 17 anggota yang tersisa, termasuk mantan Kaisar Akihito dan mantan Permaisuri Michiko yang keduanya diketahui telah berusia 87 tahun. Sedangkan 12 anggota lainnya adalah perempuan, termasuk 5 anggota yang belum menikah.
(wk/tiar)