Sara Duterte-Carpio (43) mendadak mundur dari pencalonan dirinya kembali sebagai Wali Kota Davao pada Selasa (9/11). Padahal pendaftaran untuk Pemilu berakhir pada 15 November 2021.
- Elvariza Opita
- Selasa, 09 November 2021 - 17:30 WIB
WowKeren - Filipina menetapkan batas akhir pencalonan untuk Pemilihan Umum 2022 pada Senin (15/11) pekan depan. Dan jelang penutupannya, putri Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Sara Duterte-Carpio membuat keputusan mengejutkan.
Duterte-Carpio memutuskan untuk mundur dari pencalonan dirinya kembali sebagai Wali Kota Davao. "Siang ini, saya mengumumkan pengunduran diri dari pencalonan sebagai Wali Kota Davao," kata Duterte-Carpio lewat Facebook-nya, Selasa (9/11).
Bersamaan dengan pengumuman tersebut, Duterte-Carpio mengumumkan wakilnya, Sebastian, yang juga merupakan saudara laki-lakinya akan maju sebagai Walkot Davao. Namun Duterte-Carpio tak menjelaskan alasan mengapa ia mengundurkan diri serta hanya menjanjikan akan memberi pemberitahuan lebih lanjut kepada para pendukungnya dalam waktu dekat.
Padahal Duterte-Carpio menjadi salah satu nama yang sangat dijagokan untuk menduduki kursi Filipina 1, tentu saja menggantikan ayahnya yang akan mengakhiri jabatan pada 2022 mendatang. Meski demikian, politikus berusia 43 tahun tersebut sudah berkali-kali menegaskan ketidaktertarikannya menjadi presiden Filipina.
Namun belum lama ini Duterte-Carpio menunjukkan ketertarikannya untuk membentuk aliansi bersama kandidat presiden Filipina yang kontroversial, Ferdinand 'Bongbong' Marcos Jr. Marcos Jr., merupakan putra dari mantan pemimpin Filipina yang kerap dicap diktator, Ferdinand Marcos.
Marcos sendiri digulingkan pada 1986, beberapa tahun setelah peristiwa pembunuhan salah satu tokoh oposisi paling terkenal di eranya, Benigno Aquino Jr. Penggulingan Marcos membawa Corazon Aquino, istri Aquino Jr., menjadi presiden perempuan pertama di Filipina.
Pendukung Marcos Jr., mendorong Duterte-Carpio untuk menjadi pendamping sang mantan senator di Pemilihan Presiden 2022. Namun tentu saja semua spekulasi politik ini belum mendapat titik terang, kecuali bahwa Presiden Duterte telah mengumumkan dirinya pensiun dari dunia politik pasca turun jabatan tahun depan.
Pemilu Filipina diselenggarakan serentak, mulai dari jabatan presiden, gubernur, wali kota, hingga pejabat-pejabat lokal. Sedangkan beberapa nama lain yang sudah mencalonkan diri sebagai presiden antara lain mantan petinju Manny Pacquiao serta Wapres Filipina Leni Robredo.
(wk/elva)