Buka-Bukaan WHO Soal Ancaman Baru Pengendalian COVID-19 Pada Tahun 2022
AP Photo/Rafiq Maqbool
Dunia

WHO mengungkap kekhawatiran akan pengendalian wabah COVID-19 di masa depan. Namun pengendalian ini bukan terancam oleh varian baru virus Corona maupun ketersediaan vaksin.

WowKeren - Upaya pengendalian COVID-19 pada tahun 2022 mendatang kemungkinan besar juga akan bergantung pada vaksinasi. Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai proses vaksinasi COVID-19 tahun 2022 akan sulit berjalan optimal.

Bukan karena ketersediaan atau distribusi vaksin, justru keberadaan jarum suntik itulah yang menjadi ancaman kelanjutan proses vaksinasi COVID-19 di masa depan. WHO memperkirakan ada kekurangan hingga 1-2 miliar jarum suntik pada 2022 mendatang.

Namun bukan hanya mengganggu proses vaksinasi COVID-19, kekurangan jarum suntik ini juga bisa mengganggu agenda imunisasi rutin hingga keperluan jarum steril yang aman. Karena itulah otoritas kesehatan setiap negara harus merencanakan dengan baik demi mencegah panic buying alat-alat pelindung diri (APD) di masa awal pandemi COVID-19.

"Kita bisa mengalami kekurangan jarum suntik imunisasi yang pada akhirnya dapat menyebabkan masalah serius berskala global," kata Pakar WHO Lisa Hedman dalam sebuah briefing, dikutip dari Reuters, Selasa (9/11). "Seperti memperlambat upaya imunisasi serta masalah keamanan."


Krisis ini, menurut Hedman, bisa menyebabkan penundaan vaksinasi rutin terutama untuk anak-anak maupun berbagai layanan kesehatan lainnya. Dan krisis ini juga pada akhirnya akan kembali merugikan untuk negara-negara miskin, di mana mereka tidak bisa membeli jarum suntik lalu mendaur ulang jarum suntik yang sudah dipakai. Tentu saja praktik ini tidak aman.

Saat ini sudah 6,8 miliar dosis vaksin COVID-19 yang dilaporkan secara global. Angka ini juga hampir 2 kali lipat dari vaksinasi rutin yang umumnya terjadi sebelum pandemi COVID-19. Sedangkan kapasitas produksi jarum suntik selama ini hanya di kisaran 6 miliar per tahun.

Oleh karena itu, WHO memprediksi ada kekurangan sekitar 1-2 miliar jarum suntik untuk setahun ke depan. Namun krisis ini bisa dicegah apabila lebih banyak pabrik alat kesehatan yang diubah untuk memproduksi jarum suntik.

Namun mengubah jalur produksi ini pun, ditegaskan Hedman, bukan hal yang mudah. "Jika kita menggeser kapasitas dari satu jenis jarum suntik ke jenis lain atau mencoba memperluas kapasitas untuk jarum suntik imunisasi khusus, itu membutuhkan waktu dan investasi," ungkapnya.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait