Embrio Bayi Tertukar Hingga Lahirkan Anak yang 'Salah', Pasangan Ini Gugat Klinik di AS
Unsplash/Kahar Erbol
Dunia

Pasangan itu mulanya mengesampingkan keraguan mereka karena mereka jatuh cinta pada bayi itu. Mereka percaya pada proses fertilisasi in vitro dan dokter mereka.

WowKeren - Dua pasangan di California telah melahirkan bayi yang berbeda satu sama lain setelah terjadi pertukaran embrio bayi yang tidak seharusnya. Menurut gugatan yang diajukan pada hari Senin (8/11) di Los Angeles, mereka mendapatkan embrio yang salah dari sebuah klinik fertilitas dan telah menghabiskan waktu berbulan-bulan merawat bayi tersebut sejak dalam kandungan.

Adalah Daphna Cardinale yang mengatakan bahwa dia dan suaminya, Alexander, curiga jika bayi perempuan yang dia lahirkan pada tahun 2019 lalu itu bukan anak mereka. Hal itu lantaran bayi tersebut memiliki kulit yang lebih gelap daripada keduanya.

Mereka mulanya mengesampingkan keraguan mereka karena mereka jatuh cinta pada bayi itu. Mereka percaya pada proses fertilisasi in vitro dan dokter mereka, kata Daphna. Namun ketika tahu bahwa selama berbulan-bulan dia telah mengandung bayi pasangan lain sekaligus mengetahui bahwa wanita lain telah mengandung anaknya, ia mengalami trauma yang berkepanjangan.


"Saya diliputi oleh perasaan takut, pengkhianatan, kemarahan, dan patah hati," kata Daphna. "Kemampuan saya dirampas untuk mengandung anak saya sendiri. Saya tidak pernah memiliki kesempatan untuk menumbuhkan dan terikat dengannya selama kehamilan, untuk merasakan tendangannya."

Daphna dan Alexander menuduh Pusat Kesehatan Reproduksi California (CCRH) yang berbasis di Los Angeles beserta pemiliknya, Dr. Eliran Mor, telah melakukan malpraktik medis, kelalaian, pelanggaran kontrak, dan penipuan. Tuntutan itu juga menuntut pengadilan juri dan mencari ganti rugi yang tidak ditentukan.

Sementara itu, menurut pengacara Adam Wolf, yang mewakili keempat orang tua, pasangan lain yang terlibat dalam dugaan "campur aduk" itu ingin tetap anonim dan merencanakan gugatan serupa dalam beberapa hari mendatang. Gugatan itu mengklaim CCRH secara salah telah menanamkan embrio pasangan lain ke Daphna lalu mentransfer embrionya dan pasangannya, yang terbuat dari telur Daphna dan sperma Alexander, ke wanita lain.

Kedua pasangan itu tanpa disadari membesarkan anak yang tertukar selama hampir tiga bulan. Hingga kemudian tes DNA mengonfirmasi bahwa embrio tertukar, menurut pengarsipan.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait