Thailand Lirik Pil Antivirus Buatan Merck dan Pfizer untuk Obati COVID-19
Flickr
Dunia

Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand berencana memesan 2 jenis pengobatan oral antivirus dalam memerangi COVID-19 yakni Molnupiravir dan Paxlovid.

WowKeren - Meski sudah ada vaksin sebagai langkah untuk mencegah virus corona, namun inovasi terus dikembangkan dengan baru-baru ini diberitakan adanya pil antivirus COVID-19. Meski belum beredar secara luas, namun Thailand tampaknya tak ingin ketinggalan dengan penemuan tersebut.

Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand berencana memesan 2 jenis pengobatan oral antivirus dalam memerangi COVID-19. The Bangkok Post melaporkan bahwa kementerian ingin memesan pasokan pil antivirus Molnupiravir, serta pengobatan oral baru Pfizer, Paxlovid.

Dr Atthasit Srisubat dari Departemen Layanan Medis telah mengonfirmasi keputusan tersebut, mengikuti perintah terbaru dari PM Prayut Chan-o-cha. Dia mengatakan Kementerian Kesehatan Masyarakat akan segera meminta persetujuan Kabinet untuk pengadaan Molnupiravir, pil yang dikembangkan oleh Merck dan Ridgeback Biotherapeutics di AS.

Menurutnya, jika proposal ini disetujui maka pil antivirus bisa dikirimkan mulai tahun ini. "Jika disetujui, obat itu kemungkinan akan dikirimkan pada akhir Desember atau Januari tahun depan," ujarnya.


Atthasit menambahkan bahwa pembicaraan sedang berlangsung dengan Pfizer saat ini sehubungan dengan pengadaan perawatan COVID-19 baru perusahaan, Paxlovid. Paxlovid merupakan nama pil yang dikembangkan oleh perusahaan tersebut. "Kementerian telah melakukan pembicaraan dengan perusahaan mengenai kandidat obat ini sejak Agustus tahun ini ketika hasil studinya belum tersedia," tambahnya.

The Bangkok Post melaporkan bahwa kedua perawatan oral telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam penelitian. Pil-pil ini mampu mengurangi risiko rawat inap untuk pasien COVID-19, jika diberikan dalam beberapa hari setelah gejala berkembang.

Atthasit mengatakan baik Molnupiravir maupun Paxlovid bekerja dengan menghentikan virus agar tidak berkembang biak, sehingga mengurangi keparahan penyakit. Kedua perawatan telah terbukti efektif terhadap gejala ringan atau sedang dan pada pasien berisiko tinggi.

"Kedua obat itu efektif dalam mengurangi rawat inap dan mencegah kematian," katanya lagi. "Molnupiravir juga dapat digunakan untuk mengobati influenza, sedangkan Paxlovid dikembangkan secara khusus untuk mengobati COVID-19."

Molnupiravir saat ini masih menunggu persetujuan penggunaan darurat dari Food and Drug Administration AS. Sedangkan Pfizer sedang dalam proses mengajukan persetujuan FDA AS untuk Paxlovid.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait