Singapura berusaha mencegah lebih banyak tenaga kesehatan mengundurkan diri di tengah lonjakan kasus COVID-19. Termasuk dengan mengalihfungsikan tenaga administrasi RS ke bidang keperawatan.
- Elvariza Opita
- Rabu, 10 November 2021 - 20:40 WIB
WowKeren - Cakupan vaksinasi COVID-19 yang luas tak membuat Singapura aman dari lonjakan kasus COVID-19. Dan malah pada akhir Oktober 2021 kemarin Singapura mengonfirmasi kasus perdana COVID-19 varian AY.4.2 alias Delta Plus.
Krisis di Singapura pun memburuk dengan keluarnya sejumlah besar tenaga kesehatan sepanjang tahun 2021 ini. Karena itulah, rumah sakit di Singapura harus memutar otak untuk memastikan nakes yang bekerja dengannya tidak sampai mengundurkan diri karena besarnya tekanan yang dialami di garda terdepan pengendalian wabah COVID-19.
Langkah pertama adalah dengan merekrut lebih banyak relawan dan staf RS. Bukan hanya itu, RS di Singapura juga sampai mengerahkan tenaga-tenaga administratif untuk memahami standar pelayanan kesehatan dasar.
Sebagai contoh, sekitar 80 relawan di RS Umum Ng Teng Fong yang seharusnya bertugas di bagian administrasi kini tengah dilatih untuk mengurangi beban nakes, demikian disampaikan juru bicara National University Health System (NUHS). Sementara relawan bagian umum di RS Alexandra juga dilatih untuk melakukan skrining serta tes swab COVID-19 kepada pengunjung serta perawat pasien.
Staf non-perawat di RS Tan Tock Seng juga dilatih untuk memahami dasar-dasar ilmu keperawatan, seperti cara memberi makan pasien hingga mengganti posisi ranjang. Sistem RS di Singapura juga memberi kelonggaran kepada para nakes untuk bisa meninggalkan pekerjaan mereka lebih awal demi memastikan mereka mendapat waktu istirahat yang cukup.
Rekrutmen staf serta relawan ini bahkan siap dilakukan di dalam serta luar negeri. Singapura juga berjanji untuk mensponsori pendidikan perawat, baik tingkat diploma, sarjana, hingga master demi kebutuhan sistem kesehatan di masa depan.
Upaya Singapura tak berhenti sampai di situ. Pada Jumat (5/11) lalu, Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung juga mengumumkan rencana pemberian hadiah uang tunai kepada para nakes.
Sekitar 100 ribu nakes yang terlibat dalam penanganan COVID-19 akan mendapat uang hadiah senilai SGD4.000 (setara Rp42,2 juta). Di sisi lain, Singapura dan Malaysia mengonfirmasi kasus positif COVID-19 akibat varian Delta Plus dalam rentang waktu yang berdekatan, memicu langkah antisipasi yang lebih ketat dari Indonesia.
(wk/elva)