3 Macan Tutul Salju di Amerika Serikat Mati Karena Komplikasi COVID-19
Unsplash/Pascal Mauerhofer
Dunia

Pihak Kebun Binatang Anak-Anak Lincoln mengumumkan kematian tiga macan tutul salju bernama Ranney, Everes, dan Makalu tersebut lewat unggahan di akun Facebook resminya.

WowKeren - Tiga ekor macan tutul salju di Kebun Binatang Anak-Anak Lincoln, Nebraska, Amerika Serikat (AS) mati akibat komplikasi terkait COVID-19. Ketiganya dinyatakan positif COVID-19 sekitar sebulan yang lalu dan staf kebun binatang telah berupaya memulihkan kesehatan mereka.

Pihak kebun binatang mengumumkan kematian tiga macan tutul salju bernama Ranney, Everes, dan Makalu tersebut lewat unggahan di akun Facebook resminya. Kucing gunung itu disebut begitu dicintai oleh komunitas di dalam dan luar kebun binatang.

"Kehilangan ini sangat memedihkan dan kami semua berduka bersama," tulis pihak kebun binatang dalam pernyataannya.

Selain ketiga macan tutul salju tersebut, dua ekor harimau Sumatera di kebun binatang itu juga dilaporkan positif terpapar COVID-19. Namun kedua harimau bernama Axl dan Kumar tersebut dilaporkan telah sembuh total.


Pihak kebun binatang telah mengumpulkan sampel swab hidung dan tinja para hewan usai penjaga mengamati gejala yang konsisten dengan virus pada kucing, yang dapat mencakup penyakit pernapasan. Para kucing besar yang terpapar COVID-19 tersebut telah dirawat dengan steroid dan antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder.

Namun pihak kebun binatang tidak mengungkapkan apakah hewan-hewan tersebut telah divaksinasi. Diketahui, hewan-hewan di kebun binatang mulai menerima vaksin COVID-19 eksperimental yang dibuat oleh Zoetis, sebuah perusahaan farmasi veteriner di New Jersey, sejak musim panas tahun ini.

"Kebun Binatang Anak-Anak Lincoln tetap terbuka untuk umum dan terus melakukan segala tindakan pencegahan untuk mencegah penyebaran COVID-19 ke manusia dan hewan," lanjut pihak kebun binatang. "Kami akan terus mengikuti pedoman American Association of Zoo Veterinarians (AAZV) dan CDC untuk memastikan keselamatan hewan, staf, dan komunitas kami."

Di sisi lain, kasus infeksi COVID-19 di kalangan hewan kebun binatang telah terjadi di berbagai wilayah AS. Salah satunya adalah kasus COVID-19 pertama yang ditemukan pada dua hyena tutul di Kebun Binatang Denver.

Pihak CDC telah mengatakan bahwa risiko hewan menyebarkan COVID-19 ke manusia dianggap rendah. Namun manusia disebut bisa menularkan virus kepada hewan. Kasus COVID-19 di hewan peliharaan dan hewan kebun binatang telah didokumentasikan di sekitar dunia.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait