Para wanita diperintahkan turun dari penerbangan dan diperiksa setelah bayi yang baru lahir ditemukan dalam kantong plastik di tempat sampah di toilet di salah satu terminal bandara.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 16 November 2021 - 13:08 WIB
WowKeren - Tujuh wanita asal Australia berencana untuk menuntut pemerintah Qatar. Hal ini berkaitan dengan kasus pemeriksaan ginekologi yang mereka jalani di bandara internasional Doha tahun lalu. Pengacara mereka, Damian Sturzaker, dari Marque Lawyers yang berbasis di Sydney, mengatakan pada hari Senin (15/11) bahwa kliennya tengah mencari kompensasi akibat kejadian waktu itu.
Sebelumnya, para wanita dari 13 orang Australia diperintahkan untuk turun dari penerbangan Qatar Airways ke Sidney. Mereka diperiksa setelah bayi yang baru lahir ditemukan dalam kantong plastik di tempat sampah di toilet di salah satu terminal bandara. Peristiwa ini terjadi pada awal Oktober 2020.
"Mereka memiliki masalah dalam menghadapi episode yang sangat traumatis," kata Damian. Sembilan atau 10 penerbangan lain dari Doha juga ditunda sementara penumpang wanita digeledah, tambahnya.
Para wanita mengatakan jika mereka harus menjalani pemeriksaan tanpa busana di ambulans yang diparkir di landasan. Sturzaker mengatakan dia tidak mengetahui penumpang di penerbangan lain mengambil tindakan hukum terhadap Qatar atas episode tersebut.
"Mereka menginginkan permintaan maaf dari pemerintah Qatar atas perlakuan mereka," ujarnya. "Dan apa yang mereka inginkan dan telah lama diminta adalah prosedur diberlakukan sehingga ini tidak akan terjadi lagi."
Kepada BBC, salah satu klien pengacara itu mengatakan jika ia telah menjadi sasaran pemeriksaan fisik yang paling mengerikan. "Saya yakin bahwa saya akan dibunuh oleh salah satu dari banyak pria yang memiliki senjata, atau suami saya di pesawat akan dibunuh," katanya dalam sebuah pernyataan dari pengacaranya.
Seorang juru bicara pemerintah Qatar menolak berkomentar. Namun merujuk pada pernyataan sebelumnya, pada saat kejadian, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani menyatakan "simpati yang mendalam dengan para wanita yang terkena dampak pencarian di bandara" dan memperbarui permintaan maaf Qatar kepada mereka.
(wk/zodi)