Pemimpin dua negara ekonomi terbesar yakni Joe Biden dan Xi Jinping baru-baru ini menggelar pertemuan secara virtual. Ada banyak poin yang dibahas oleh keduanya.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Selasa, 16 November 2021 - 15:01 WIB
WowKeren - Baru-baru ini, Presiden Tiongkok Xi Jinping bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden secara virtual. Adapun pertemuan secara virtual ini digelar di tengah ketegangan di antara dua negara ekonomi terbesar itu.
Selain itu, pembicaraan yang terjadi di antara Biden dan Tiongkok itu ketika pihak AS pada bulan lalu mendesak agar Tiongkok menghentikan penerbangan "provokatif" di atas wilayah udara Taiwan. Hal ini lantaran Beijing dinilai sebagai negara pulau sebagai provinsi yang memisahkan diri sejak perang saudara pada 1940-an.
Kemudian, pihak Gedung Putih menyatakan bahwa Biden akan memperjelas niat dan prioritas AS atas keprihatinan yang terjadi di Taiwan. Biden disebut tengah menantikan diskusi yang jujur dan terbuka, serta meminta kemampuan untuk komunikasi secara jujur dan langsung tentang berbagai topik.
"Kedua pemimpin akan membahas cara-cara untuk mengelola persaingan secara bertanggungjawab antara AS dan Tiongkok, serta cara-cara untuk bekerja sama di mana kepentingan keduanya selaras," bunyi keterangan Gedung Putih. "Secara keseluruhan, Presiden Biden akan memperjelas niat dan prioritas AS dan menjadi jelas dan jujur tentang keprihatinan kami."
Lebih lanjut, Biden juga mengharapkan agar topik bahasan antara AS dan Tiongkok berfokus pada isu-isu lain seperti perdagangan, isu rantai pasokan, COVID-19, serta perubahan iklim. Menurut seorang pejabat senior pemerintah, bahwa kedua negara tersebut saat ini berada di tempat yang secara fundamental berbeda satu sama lain daripada yang pernah terjadi di masa lalu.
"Ini adalah dinamika multi-segi, kompleks, dan tidak memiliki paralel sejarah," terang pejabat senior pemerintah kepada CNN. Artinya bahwa persoalan dan ketegangan yang terjadi antara Tiongkok dengan AS saat ini, tidak sama dengan masa lalu.
Sementara itu, peneliti di Akademi Ilmu Sosial Tiongkok, Lu Xiang mengatakan bahwa faktor utama dalam pembicaraan antara Biden dengan Xi Jinping itu adalah bagaimana pemerintah AS mendefinisikan hubungannya dengan Tiongkok antara "kerja sama dan persaingan".
"Jika AS terus mengejar strategi persaingan melawan Tiongkok, itu harus diletakkan di bawah aturan tertentu daripada membangun lingkaran kecil untuk menahan Tiongkok yang tidak akan berhasil," papar Lu kepada Global Times yang dikelola pemerintah Beijing.
(wk/tiar)