'Benarkan' Tindakan Kudeta, Junta Militer Myanmar Tuding Aung San Suu Kyi Curang Dalam Pemilu 2020
AFP
Dunia

Perkembangan dari kudeta yang dilakukan oleh junta militer Myanmar, kini menyebut bahwa pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi telah melakukan kecurangan dalam Pemilu 2020.

WowKeren - Kudeta yang terjadi di Myanmar sejak Februari lalu, hingga saat ini diketahui belum juga berakhir. Bahkan junta militer semakin bersikap tidak manusiawi dan kerap kali melakukan kekerasan yang menyebabkan kericuhan dan banyak korban.

Kini, junta militer malah menuduh Aung San Suu Kyi dan mendakwanya atas dugaan kecurangan dalam Pemilu 2020. Adapun dalam dakwaan ini, ada 16 orang. Hal ini dilaporkan oleh media pemerintah pada Selasa (16/11).

Melansir Al Jazeera, Aung San Suu Kyi sendiri merupakan mantan Presiden U Win Myint dan mantan Ketua Komisi Pemilihan, termasuk di antaranya kelompok yang dijatuhi dakwaan bersamanya. Sebagai informasi, pada Pemilu 2020 Myanmar, dimenangkan oleh Liga Nasional untuk Demokrasi yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi dengan telak.

Sementara itu, Global New Light of Myanmar yang dikelola pemerintah, mengatakan bahwa 16 orang itu telah melanggar sejumlah undang-undang pemilu, termasuk soal bilik suara militer, pemungutan suara lebih awal untuk orang di atas 60 tahun dan memasukkan nama-nama orang yang tidak berhak memberikan suara. Sejak kudeta berlangsung, Aung San Suu Kyi telah ditahan, dan kekuasaan direbut oleh junta militer Myanmar.


Pihak junta militer Myanmar "membenarkan" tindakan kudetanya lantaran menilai adanya kecurangan dalam Pemilu 2020. Sedangkan pemantau yang mengamati jajak pendapat mengatakan bahwa mereka bebas dan adil.

Selain itu, angkatan bersenjata telah menguasai Myanmar selama sebagian besar dekade sejak kemerdekaan negara tersebut. Dengan Aung San Suu Kyi, sekarang 76, menghabiskan bertahun-tahun di bawah tahanan rumah.

Adapun kudeta disebut mengakhiri percobaan 10 tahun dengan demokrasi yang memungkinkan militer mendapat peran yang dijamin dalam pemerintahan di bawah konstitusi yang dirancangnya. Di sisi lain, The Global New Light of Myanmar tidak memberikan perincian lebih lanjut tentang kapan kasus terbaru itu akan dibawa ke pengadilam.

Seperti yang diketahui, kudeta Myanmar, telah memicu kemarahan yang meluas, protes, dan gerakan pembangkangan sipil massal, serta pengembangan Pasukan Pertahanan Rakyat untuk melawan militer. Sekitar 1.260 orang diketahui telah tewas ketika pasukan keamanan mencoba untuk membasmi oposisi terhadap aturannya. Hal ini disampaikan oleh Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait