Pakar Kesehatan Hong Kong Rekomendasikan Vaksin Sinovac Bagi Anak Usia Di Atas 3 Tahun
Unsplash/CDC
Dunia

Hong Kong diketahui akan segera melaksanakan vaksinasi COVID-19 terhadap anak usia di atas 3 tahun menggunakan vaksin Sinovac. Hal ini merujuk pada rekomendasi yang diberikan pakar kesehatan.

WowKeren - Saat ini, di setiap negara dunia yang dilanda pandemi COVID-19, tidak hanya mewajibkan vaksinasi terhadap orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Maka dari itu, masing-masing pemerintah negara di dunia berupaya untuk bisa segera melaksanakan dan mendapatkan vaksin COVID-19 yang aman bagi anak-anak.

Sementara itu, pakar kesehatan Hong Kong, telah merekomendasikan agar anak-anak dengan usia di atas 3 tahun divaksinasi mengunggakn vaksin COVID-19 merek Sinovac. Hal ini pun dinilai sebagai langkah yang akan mendorong kota itu lebih dekat ke tujuan kekebalan massal.

Perkembangan besar pada Senin (15/11), datang ketika pejabat kesehatan membuat kemajuan lebih lanjut dalam penyelidikan terhadap klaster COVID-19 varian Delta Plus. Adapun varian ini ditemukan pada 3 orang pilot Cathay Pacific. Setelah dilakukan pelacakan, maka diumumkan bahwa sebuah hotel Jerman, Hyatt Regency Mainz dekat kota Frankfurt, diduga menjadi sumber virus COVID-19 yang mengkhawatirkan.


Sebelumnya, pembuat obat Tiongkok Daratan, Sinovac, pada bulan lalu diketahui mengajukan permohonan kepada otoritas kota untuk menurunkan usia vaksinasi minimum untuk suntikan vaksin COVID-19 dari 18 tahun menjadi 3 tahun. Akan tetapi, hal tersebut tidak disetujui untuk digunakan secara lokal bagi anak-anak di bawah usia 12 tahun.

Akan tetapi, sebuah pernyataan pemerintah pada larut malam mengatakan bahwa panel penasehat tentang vaksin COVID-19 telah merekomendasikan bahwa anak-anak usia 3 hingga 17 tahun saat ini bisa mendapatkan suntikan vaksinasi dengan Sinovac. Hal ini diputuskan setelah melakukan pertemuan pada Senin (15/11).

Di sisi lain, Hong Kong diketahui telah hampir mencapai kekebalan massal yakni dengan menginokulasi lebih dari 4,67 juta orang atau 69,5 persen dari populasi yang memenuhi syarat dengan satu dosis suntikan vaksin COVID-19. Seperti yang diketahui, beberapa ilmuwan menyebutkan bahwa kekebalan kelompok bisa dicapai apabila 70 persen dari populasinya telah divaksinasi COVID-19.

Meski demikian, pejabat dan pakar lokal sering menekankan perlunya cakupan vaksinasi COVID-19 yang hampir universal untuk membangun tidak hanya penghalang pelindung di kota, tetapi juga guna mendapatkan persetujuan Beijing dalam rangka membuka kembali perjalanan bebas karantina dengan daratan.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait