Inisiatif Pembayaran Eropa (EPI) telah diluncurkan tahun lalu dan didukung oleh 22 bank dari Uni Eropa seperti Deutsche Bank, UniCredit, BNP Paribas, dan ING.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 17 November 2021 - 10:59 WIB
WowKeren - Jaringan pembayaran Eropa yang direncanakan akan bersaing dengan duo AS Mastercard dan Visa pada hari Selasa (16/11) meminta pendanaan publik. Jaringan pembayaran atau payment network yang didukung oleh 22 bank itu menyatakan bahwa pendukung pribadinya tidak siap untuk mengumpulkan uang tunai yang dibutuhkan untuk merealisasikan rencana tersebut.
Seperti diketahui, Inisiatif Pembayaran Eropa (EPI) telah diluncurkan tahun lalu. EPI terus berusaha untuk mendapatkan lebih banyak dukungan baik dari bank maupun pemain lainnya dalam pembayaran pada bulan Desember, untuk menyelesaikan rencana untuk mulai meluncurkan jaringan pembayaran instan dan kartu.
Kepala Eksekutif EPI Martina Weimert mengatakan dalam sebuah acara yang diadakan oleh Federasi Lembaga Pembayaran Eropa mengklaim bahwa akan menyenangkan untuk bisa berinvestasi di dalam proyek itu. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa itu adalah proyek mahal.
"Pendanaan publik akan menyenangkan," ujarnya. "Jangan disembunyikan, itu akan menjadi investasi besar-besaran. Itu mahal."
Dari 22 bank di tujuh negara Uni Eropa, beberapa di antaranya yang tercatat untuk membantu EPI di termasuk Deutsche Bank, UniCredit, BNP Paribas, ING, Societe Generale and Sabadell. Bank-bank ini ada yang berasal dari Prancis, Jerman dan Spanyol.
Diketahui, Uni Eropa sangat ingin mencapai otonomi strategis dalam layanan keuangan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengurangi ketergantungan pada Mastercard AS dan Visa untuk pembayaran kartu lintas batas. Namun tidak jelas apakah itu akan meluas ke dukungan keuangan untuk EPI.
Weimert mengatakan EPI sekarang dalam "fase kritis" dalam pengambilan keputusan selama beberapa minggu ke depan. Ia mengatakan bahwa EPI akan membangun sistem baru.
Nantinya, sistem baru ini akan menggantikan sejumlah besar sistem nasional untuk mengurangi fragmentasi dan tumpang tindih dalam pembayaran. "Ini adalah perubahan besar sehingga akan memakan waktu," katanya lagi.
(wk/zodi)