CEO Pfizer Beber Telah Mulai Kerjakan Vaksin COVID-19 Khusus Untuk Lawan Varian Omicron
AFP
Dunia

Varian Omicron disebut memiliki kekebalan terhadap vaksin COVID-19. Hal ini lantas memicu perusahaan obat AS, Pfizer menciptakan vaksin khusus untuk melawan varian tersebut.

WowKeren - Varian baru COVID-19 Omicron selain dinilai memiliki tingkat penularan yang tinggi, varian ini juga disebut kebal terhadap vaksin COVID-19. Maka dari itu, perusahaan pembuat obat Amerika Serikat (AS) Pfizer berinovasi untuk menciptakan vaksin COVID-19 khusus varian Omicron.

CEO Pfizer, Albert Bourla menuturkan bahwa kini pihaknya telah mulai mengerjakan vaksin COVID-19 yang secara khusus diperuntukkan varian Omicron. Kepada CNBC, Bourla mengatakan bahwa perusahaannya pada pekan lalu mulai menguji vaksin terhadap varian Omicron.

"Saya tidak berpikir hasilnya adalah vaksin tidak melindungi, tetapi pengujian dapat menunjukkan bahwa suntikan yang ada, lebih sedikit melindunginya yang berarti bahwa kita perlu membuat vaksin baru," terang Bourla. "Jumat kami membuat template DNA pertama kami, yang merupakan kemungkinan perubahan pertama dari proses pengembangan vaksin baru."


Sementara itu, kata Bourla, Johnson & Johnson juga menyampaikan bahwa pada Senin (29/11), pihaknya tengah "mengejar vaksin varian khusus Omicron dan akan mengembangkannya sesuai kebutuhan". Sedangkan untuk Moderna dan pembuat vaksin COVID-19 terkemuka lainnya mengatakan tengah mengembangkan suntikan pendorong terhadap varian baru.

Varian Omicron ini mengingatkan Bourla saat Pfizer bersama mitra Jerman-nya BioNTech tengah mengembangkan vaksin COVID-19 dalam 95 hari untuk melawan varian Delta. Pada kala itu, juga muncul kekhawatiran bahwa vaksin COVID-19 yang sudah ada tidak akan bekerja melawan varian Delta, meskipun pada akhirnya vaksin varian tersebut tidak digunakan.

Bourla mengatakan bahwa menurut eksekutif, vaksin COVID-19 saat ini "sangat efektif" terhadap Delta. Maka dari itu, perusahaan berharap bisa memproduksi 4 miliar dosis vaksin COVID-19 di tahun 2022.

Bourla lantas menyinggung pernyataan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang memperingatkan bahwa varian baru COVID-19 Omicron menimbulkan risiko "sangat tinggi" secara global. Menanggapi hal ini, ia juga "sangat yakin" bahwa pil antivirus yang baru-baru ini dikeluarkan oleh Pfizer akan bekerja sebagai pengobatan untuk infeksi yang disebabkan oleh Omicron, termasuk pasien dengan risiko tinggi.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait