Imbas Perceraian Ortu, Lukman Sardi Kenang Pengalaman Buruk Dikejar-kejar Wartawan Saat Kecil
Instagram/lukmansrd
Selebriti

Lukman Sardi mengungkap cerita mengenai perceraian orangtuanya di masa lalu. Lukman Sardi pun kala itu juga harus ikut terseret hingga dikejar-kejar para wartawan.

WowKeren - Lukman Sardi diketahui merupakan putra dari musikus dan violinis legendaris Indonesia, Idris Sardi. Lukman Sardi pun tak bisa mengelak dari sorotan media ketika ada pemberitaan mengenai sang ayah. Termasuk ketika kedua orangtua Lukman Sardi memutuskan untuk bercerai.

Lukman pun blak-blakan mengaku bagaimana kehidupan masa kecilnya berubah karena perceraian orangtuanya. Lukman pun kala itu harus punya pengalaman buruk dengan para wartawan yang terus mengejarnya untuk membuat berita mengenai perceraian sang ayah.

"Begitu mengalami perceraian, awalnya ngga ada efek. Cuma rupanya jaman itu, walaupun belum ada yang namanya infotainment, tapi wartawan gencarnya juga udah gila, termasuk ke anaknya. Gue ditungguin tiap hari di sekolah hanya untuk cari berita," tutur Lukman Sardi di kanal YouTube milik Denny Sumargo baru-baru ini.


"Ya pengin tahu, karena ini kan cerainya nggak baik-baik, terus bokap kawin lagi, deket lagi sama Marini yang notabene artis juga. Otomatis buat mereka kan ini jadi berita, bahan berita. Dari segala sisi juga dicari," sambungnya.

Karena momen itu, kehidupan Lukman Sardi tampaknya berubah 180 derajat. Ia bercerita selalu kucing-kucingan dengan para wartawan saat pergi atau pulang sekolah. Lukman pun mengaku banyak kehilangan kebebasannya kala itu.

"Jadi jaman itu tu mereka nungguin di sekolah, gue pulang mesti ngumpet-ngumpet. Nyampek depan masuk gang rumah masih ada yang suka nunggu gue ngumpet lagi, di dalam rumah. Jadinya banyak hal yang nggak bisa gue lakuin yang tadinya bisa seenak gue.," beber Lukman Sardi.

Bahkan hal itu juga mempengaruhi kepribadian Lukman Sardi yang semula ekstrovert dan aktif menjadi introvert bahkan emosional. Hal itu lantaran Lukmas Sardi mulai memendam kebingungan dan emosinya seorang diri.

Itu bikin jadi introvert dan tempramental. Karena kan gue nggak tahu mesti ngapain, jadi reaksinya ya gue jadi kayak emosional aja, semuanya ditahan. Namanya anak baru kelas 4 SD lagi demen-demennya main banyak temen," pungkasnya.

(wk/Amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait