Kabar duka datang dari Nick Cannon lantaran anak bungsunya dengan pasangan, Alyssa Scott, yang masih berusia 5 bulan meninggal dunia karena tumor otak yang dideritanya.
- Sisilia Rizky Azalea
- Rabu, 08 Desember 2021 - 13:55 WIB
WowKeren - Kabar duka datang dari presenter sekaligus aktor Nick Cannon. Anak bungsu Nick dan pasangannya, Alyssa Scott, dikabarkan meninggal dunia saat usianya masih berjalan lima bulan.
Mirisnya, bayi mungil itu dilaporkan meninggal dunia karena tumor otak yang dideritanya. Kabar duka itu pertama kali dibagikan Nick saat memandu program acara yang berjudul "Nick Cannon Show". Pria berusia 41 tahun itu menyebut bayinya meninggal dunia usai terkena tumor otak yang langka.
Penyakit langka itu terdeteksi usai Nick memeriksakan kondisi bayinya. Pasalnya, Nick khawatir lantaran sang bayi cukup sering batuk-batuk. "Saya selalu memperhatikan dia batuk dan jadi saya ingin memeriksanya," jelas Nick.
Nick menyadari jika putra bungsunya memiliki saluran pernapasan yang sempit. Sehingga, Nick selalu merasa bayi kecilnya kesulitan dalam bernapas.
"Dia memiliki pernapasan yang sulit, dan pada saat dia berusia dua bulan, saya perhatikan dia memiliki ukuran kepala yang bagus," ungkap Nick. "Saya menyebutnya kepala Cannon."
Meski menderita tumor otak, Nick tak menemukan sesuatu mencurigakan pada bentuk kepala sang anak. Awalnya, Nick hanya berniat memeriksakan pernapasan serta hidung bayinya. Ia tak mengira jika dokter malah memberikan diagnosa soal penyakit langka.
"Kami tidak memikirkannya, dia memiliki kepala Cannon yang normal. Tapi saya benar-benar ingin membawanya ke dokter untuk memeriksakan pernapasan dan sinusnya," terang Nick. "Kami pikir itu akan menjadi rutinitas."
Dokter kemudian menjelaskan jika putra Nick dan Alyssa yang bernama Zen memiliki cairan yang menumpuk di otaknya serta menyebut penyakit itu adalah tumor ganas. Alhasil, Zen harus menjalani serangkaian operasi otak.
Sayang, kondisi Zen pasca operasi dilaporkan semakin memburuk dan nyawanya tak dapat diselamatkan. "Tumornya mulai tumbuh jauh lebih cepat, dan kami tahu bahwa waktunya adalah," pungkasnya sambil menangis.
(wk/Sisi)