Pfizer Ungkap Vaksin Booster Ampuh Hadapi COVID-19 Omicron
AFP/Rodger Bosch
Dunia

Pfizer yang mengembangkan vaksin COVID-19 bersama BioNTech menyatakan penyuntikan dosis penguat atau booster dengan produk mereka bisa meningkatkan perlindungan terhadap varian Omicron.

WowKeren - Berbagai upaya dilakukan untuk mengantisipasi dampak virus Corona varian Omicron (B.1.1.529) yang memiliki banyak mutasi di spike protein-nya. Termasuk dengan melihat efikasi vaksin-vaksin yang sudah ada saat ini dalam menghadapi varian Omicron.

Salah satunya Pfizer yang pada Rabu (8/12) waktu setempat mengumumkan bahwa vaksin COVID-19 milik mereka bisa memberi perlindungan terhadap varian Omicron. Namun perlindungan ini baru bisa optimal ketika diberikan sebagai suntikan booster alias dosis penguat.

Peneliti Pfizer menyebut kadar antibodi penetralisir COVID-19 pada vaksin meningkat sampai 25 kali lipat di tubuh individu penerima booster. Lebih detail dijelaskan, tingkat penetralisir antibodi dari dosis booster ini sama kuatnya dengan yang ditunjukkan oleh dua dosis pertama terhadap varian Delta.

Dengan kata lain, penelitian ini sekaligus membuktikan bahwa pemberian dua dosis vaksin Pfizer sebelumnya mungkin tidak cukup untuk melawan varian Omicron. Sehingga diperlukan suntikan vaksin booster, tentu dengan merek yang sama yakni Pfizer-BioNTech, untuk menghadapi varian Omicron.


"Walau dua dosis vaksin bisa memberikan proteksi terhadap keparahan gejala COVID-19 akibat varian Omicron," ujar CEO Pfizer, Albert Bourla, dalam pernyataan resminya. "Sudah jelas dari data awal kami bahwa perlindungan meningkat dengan vaksinasi dosis ketiga."

Karena itulah, hanya ada satu solusi untuk mengatasi varian Omicron. "Memastikan sebanyak-banyaknya orang sudah divaksin dosis lengkap (dengan Pfizer) dan menerima booster masih menjadi langkah terbaik untuk melindungi diri dari penyebaran COVID-19," tegas Bourla.

Temuan ini menjadi sangat penting karena beberapa negara akan menghadapi musim dingin di tengah pandemi COVID-19. Di samping itu, Pfizer-BioNTech juga tengah menggelar penelitian untuk mengembangkan vaksin yang spesifik melawan varian Omicron.

"Kami terus bekerja untuk mengadaptasikan vaksin," terang CEO dan Co-Founder BioNTech, Ugur Sahin, dikutip dari UPI, Kamis (9/12). "Di mana kami percaya ini bisa menolong meningkatkan perlindungan terhadap penyakit COVID-19 akibat Omicron, sekaligus memperpanjang perlindungan dibandingkan dengan vaksin yang ada sekarang."

Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejauh ini menyatakan bahwa vaksin yang ada masih mampu memberi perlindungan, setidaknya mengurangi tingkat keparahan gejala, di tengah pandemi COVID-19 Omicron. WHO juga menyebut kemungkinan gejala yang timbul akibat Omicron tidak separah Delta.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait